Jokowi Disebut Bakal Tertipu Prabowo, Ketum Projo Nilai Skenario Ahok Murahan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Politikus PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku dirinya pernah mengingatkan Presiden Jokowi terkait pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo Subianto dan mengaku takut Jokowi tertipu.
Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029
Menanggapi apa yang disampaikan Ahok, Ketua Umum (Ketum) Relawan Projo, Budi Arie Setiadi mengangap apa disampaikan Ahok itu sebagai upaya adu domba dan merusak soliditas di Koalisi Indonesia Maju pengusung Prabowo-Gibran.
Baca Juga : Jelang Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Kubu Roy Suryo Desak Polda Metro Buka-bukaan Barang Bukti
"Jokowi dan Prabowo solid. Sama-sama bercita-cita memajukan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Budi kepada wartawan, Jumat (9/2/2024).
Budi Arie yang menjabat Menkominfo ini menilai, apa disampaikan bekas Komut Pertamina adalah sekenario murahan. Ia pun mengklaim Jokowi dan Prabowo memiliki visi yang kuat untuk bangsa.
Baca Juga : Apresiasi Prabowo di Filipina, GREAT Institute: ASEAN Lahir dari Rahim Solidaritas Kawasan
"Kami yakin ini upaya pecah belah dan skenario murahan. Pak Jokowi dan Pak Prabowo punya visi yang kuat untuk bangsa ini," ujar Budi.
Baca Juga : Cegah Korupsi, Gus Ipul Usul Pengadaan Barang dan Jasa Program Sekolah Rakyat Dialihkan ke Lembaga Lain
Karena itu, Budi menyatakan Prabowo-Gibran merupakan paslon yang dapat menjadi suksesor pemerintahan Jokowi selama dua dekade terakhir. Dia mendorong keberlanjutan pembangunan harus diwujudkan.
"Pasangan Prabowo-Gibran adalah kelanjutan dari berbagai pencapaian pemerintahan Jokowi dalam hampir sepuluh terakhir ini. Kelanjutan pembagunan untuk bangsa dan rakyat harus terus diwujudkan. Berbagai kekurangannya kita perbaiki bersama," tegasnya.
Sebelumnya, Ahok mengaku dirinya pernah mengingatkan Presiden Jokowi terkait pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo Subianto. Ahok takut Jokowi tertipu.
"Saya khawatir Bapak tertipu, takut saya," kata Ahok menirukan ucapannya kepada Jokowi saat itu.
Ahok berbicara dalam konteks siapa yang paling tepat melanjutkan program Jokowi ke depan. Dia khawatir, Prabowo tak bisa melakukan itu.
Dia bahkan menyebut bisa saja Prabowo tak akan mendengarkan Jokowi setelah terpilih menjadi presiden. Sekalipun ada Gibran di sana sebagai wakil presiden.
"Kalau Pak Prabowo jadi presiden memangnya dia mau dengarin Pak Jokowi," ujar Ahok.
(cw1/nusantaraterkini.co)
