Nusantaraterkini.co, MEDAN - Presiden Joko Widodo, menyebutkan anggaran pembangungan Bendungan Lau Simeme mencapai angka Rp 1,76 triliun.
Hal tersebut disampaikannya, dalam acara peresmian proyek Bendungan Lau Simeme yang terletak di Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Rabu (16/10/2024).
"Proyek ini memakan anggaran sebesar Rp 1,76 triliun, dan bendungan yang ke-47 yang saya resmikan selama 10 tahun ini. Bendungan ini juga dibangun sejak 2018, berarti sudah enam tahun," ujar Jokowi dalam sambutannya.
Baca Juga : Pengamat: Jokowi Tak Sekadar Bangun Optimisme, PSI Disiapkan Jadi Kendaraan Politik 2029
Jokowi juga megatakan, bahwa bendungan tersebut berfungsi untuk mereduksi banjir di Kota Medan dan Deli Serdang, serta untuk mengairi sawah di sekitar waduk.
"Bendungan ini sangat besar dengan luas genangan 125 hektar dan volume tampungnya 21 juta meter kubik," jelasnya.
Sebelumnya, konstruksi bendungan ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya-PT Bumi Karsa (KSO) untuk paket 1, serta PT Pembangunan Perumahan (PP)-PT Andesmon Sakti (KSO) untuk paket 2.
Baca Juga : Jelang Gelar Perkara Ijazah Jokowi, Kubu Roy Suryo Desak Polda Metro Buka-bukaan Barang Bukti
Bendungan itu didesain dengan tipe zonal timbunan batu yang memiliki tinggi 69,50 meter dari sungai, panjang puncak bendungan 205 meter, dan luas area genangan 125,84 hektar.
Dengan kapasitas tampung 21,07 juta meter kubik, bendungan ini memiliki dua fungsi utama, yaitu untuk reduksi banjir sebesar 289 meter kubik/detik, serta penyediaan air baku sebesar 2.850 liter/detik.
Selain itu, Bendungan Lau Simeme memiliki fungsi tambahan untuk penyediaan energi listrik sebesar 1 MW, serta sebagai destinasi pariwisata.
Baca Juga : Pemkab Deli Serdang Dukung Percepat SPAB Bendungan Lau Simeme untuk Penyediaan Air Bersih
(cw7/nusantaraterkini.co)
