Nusantaraterkini.co, HANOI - Ibukota Vietnam, Hanoi melaporkan peningkatan pesat dalam jumlah kasus demam berdarah selama sepekan terakhir, dengan 486 kasus infeksi baru tercatat dari 24 hingga 31 Oktober, naik 94 kasus dari pekan sebelumnya, demikian dilansir oleh Kantor Berita Vietnam pada Senin (3/11/2025).
Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Hanoi, kota itu mencatat wabah baru di 23 komune dan ward (sejenis subdivisi tingkat ketiga yang berada di bawah provinsi dan kota), sehingga total klaster aktif bertambah menjadi 32, dan sejauh ini tidak ada kematian yang dilaporkan.
Baca Juga : Hadapi Cuaca Tak Menentu dengan Pola Hidup Sehat, Dinkes Medan Imbau Waspada DBD dan ISPA
Sejak awal 2025, Hanoi mencatat 4.388 kasus demam berdarah, turun 20 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga : MPR Dorong Penguatan Peran Orang Tua untuk Cegah DBD
Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa indikator-indikator terkait serangga di lokasi-lokasi wabah masih berada pada tingkat risiko tinggi, yang mengindikasikan kemungkinan peningkatan kasus lebih lanjut menyusul siklus epidemi tahunan kota tersebut.
Stasiun-stasiun kesehatan setempat telah diinstruksikan untuk memperkuat pengawasan, mendeteksi dan menangani kasus baru dengan cepat, serta melaksanakan pemberantasan dan penyemprotan nyamuk di area-area yang berisiko tinggi, menurut laporan tersebut.
(*/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
