nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua PSI, Kaesang Pangarep mengajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kampanye bersama partai yang dipimpinnya.
Ajakan kampanye itu dilakukan untuk memasuki babak baru kompetisi di Pilkada 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang.
Meski hingga saat ini, belum ada satu pun parpol yang mengumumkan akan berkoalisi dan siapa yang akan diusung, namun PSI mulai bersiap untuk menyambut Pilkada 2024.
Baca Juga : Soal Salah Tangkap, Garuda Indonesia dan Avsec Belum Minta Maaf, Iskandar: Kami Tunggu Hingga Kamis
Menyikapi ajakan kampanye PSI, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada Kaesang. "Itu urusannya PSI lah," kata Jokowi usai meninjau panen jagung di NTB, Kamis (2/5/24).
PSI memang tidak lolos ke DPR karena suaranya kurang dari ambang batas, 4%. Namun, untuk di daerah, ada sejumlah anggota PSI yang lolos ke DPRD di berbagai daerah.
Modal ini yang dipakai PSI untuk ikut meramaikan kontestasi Pilkada Serentak 2024.
Baca Juga : Oknum Ketua KPAI Sibolga-Tapteng Kabur Saat Diwawancarai Terkait Dugaan Penganiayaan di Polsek Pandan
Saat masa kampanye Pilpres, Jokowi mengakui berkali-kali diajak Kaesang untuk ikut kampanye.
"Oh iya, saya sudah diajak bolak balik. Tapi sekali lagi, saya menyampaikan ketentuan Undang-Undang saja, Undang-Undang Pemilu saja sudah ramai, ya," kata Jokowi pada 29 Januari yang lalu.
Jokowi juga sempat disorot karena dinilai mengkampanyekan PSI. Saat kunjungan kerja ke Bandung pada Februari yang lalu, Jokowi terlihat minum teh bersama Kaesang dan Sekjen PSI Raja Juli.
Baca Juga : Kasus Pemukulan Bro Ron, Polisi Gerak Cepat Tangkap Dua Pelaku
Namun, Jokowi tidak menjawab apakah pertemuan itu jadi bentuk dukungan Jokowi kepada PSI.
"Enggak tahu, saya diundang, saya datang minum teh," kata Jokowi pada 3 Februari.
