Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

KAI Sumut Gunakan Teknologi TGT untuk Pastikan Rel Presisi dan Perjalanan Minim Guncangan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
KAI Sumut memanfaatkan teknologi Track Geometry Trolley (TGT) yang mampu mendeteksi kondisi jalur agar tetap aman. (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Untuk menjamin setiap jengkal rel yang dilintasi tetap aman, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) memanfaatkan teknologi Track Geometry Trolley (TGT) yang mampu mendeteksi kondisi jalur hingga detail per satu meter. 

Langkah ini memastikan lintasan aktif sepanjang 476.460 meter sepur yang menghubungkan 43 stasiun di 13 kabupaten/kota di Sumut tetap berada dalam kondisi prima, sehingga penumpang dapat menikmati perjalanan yang stabil dan minim guncangan.

Baca Juga : KAI Sumut Sediakan 36 Ribu Tempat Duduk untuk Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih

Sum Manager Hubungan Masyarakat Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo menjelaskan, penggunaan alat modern ini berdampak langsung pada kualitas pengalaman perjalanan penumpang.

Baca Juga : Jamin Keselamatan Publik, KAI Sumut Normalisasi 25 Titik Perlintasan Sebidang

“Dengan Track Geometry Trolley, kami tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan visual, tetapi menggunakan data presisi. Alat ini mengukur parameter vital seperti kelurusan, lebar sepur, hingga kemiringan rel (cross level). Hasilnya, potensi gangguan perjalanan dapat dideteksi dan diperbaiki sebelum berdampak pada kenyamanan penumpang,” ujar Anwar dalam keterangan, Jumat (23/4/2026). 

Selain fleksibilitas TGT yang dapat digunakan di berbagai titik seperti tikungan maupun wesel, KAI Divre I Sumut juga memperkuat sistem pengawasan prasarana dengan mengoperasikan Kereta Ukur secara periodik.

Baca Juga : 1.578 Petugas KAI Sumut Kantongi Sertifikat Kompetensi, Jamin Keselamatan Operasional

Berbeda dengan TGT yang didorong oleh petugas, Kereta Ukur dilengkapi sensor yang mampu merekam kondisi jalur secara nyata saat dilalui rangkaian kereta api. Sinergi kedua teknologi ini memberikan lapisan pengawasan tambahan bagi keselamatan perjalanan.

“TGT memberikan fleksibilitas untuk pengecekan detail di area tertentu, sementara Kereta Ukur memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi rel saat dilalui rangkaian kereta. Keduanya saling melengkapi untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan nyaman,” tambahnya.

Pemeriksaan rutin yang didukung digitalisasi data melalui tablet lapangan memungkinkan tim prasarana KAI melakukan perawatan jalur secara lebih tepat sasaran melalui pendekatan predictive maintenance. Dengan demikian, jadwal perjalanan dapat tetap terjaga dan potensi gangguan teknis pada rel dapat diminimalisasi.

“Keselamatan menjadi prioritas utama bagi KAI Divre I Sumatera Utara. Penggunaan teknologi pemeriksaan rel ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat,” pungkasnya.

(zie/nusantaraterkini.co)