Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kapal Kayu Dolphin Tenggelam, Ini Kata Joko Basuki, Alumni Akademi Maritim Indonesia

Editor :  hendra
Reporter :  Dra
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Joko Basuki, alumni Akademi Maritim Indonesia, Anggota DPRD Binjai

nusantaraterkini.co, BINJAI - Kapal kayu Dolphin membawa penumpang menuju lokasi wisata Kalimantung, tenggelam di perairan Pulau Situngkus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Sabtu (29/6/2024).

Akibat peristiwa itu, tiga penumpang dikabarkan meninggal dunia. Lalu, apa penyebab sehingga kapal bisa tenggelam? Bagaimana cara untuk mengantisipasi terjadinya kapal karam-tenggelam?

Menurut Joko Basuki, alumni Akademi Maritim Indonesia, kondisi kapal menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keselamatan berlayar.

Baca Juga : Dua Hari Hilang di Sungai Komering, Siswi SMP di OKU Timur Ditemukan Meninggal Dunia

"Untuk itu perlu diperhatikan saat berlayar, kapal harus dengan kondisi dan perawatan yang baik ada yang bocor atau tidak dibagian lambung kapal, sebab kebocoran pada bodi kapal menyebabkan air masuk ke dalam kapal," kata Joko yang akrab disapa Jobas, Minggu (30/6/2024).

Selain cuaca, kata Jobas yang juga anggota DPRD Binjai Fraksi Gerindra, medan lautan juga memengaruhi keselamatan perjalanan kapal. Sementara itu, kondisi di lautan seperti adanya karang, batuan dan gunung es juga berisiko mengganggu perjalanan kapal. Oleh karena itu, penting untuk menentukan posisi jalur aman yang bisa dilintasi kapal.

"Kalau terhempas ombak dan tenggelam kemungkinan juga bisa disebakan oleh kelebihan muatan baik penumpang manusia maupun barang akan menyebabkan overdraft atau tidak leluasanya pengendalian kapal," terangnya.

Baca Juga : Penyelam Ungkap Kesulitan Pencarian Korban Tenggelam di Danau Toba

Atas peristiwa itu, kata Jobas, sudah seharusnya pemilik jasa kapal penyeberangan menjalani standar operasional prosedur (SOP), jangan sampai menerima penumpang melebihi kapasitas kapal. 

"Jangan hanya karena masalah sedikit uang, fatal akibatnya. Lebih baik sesuaikan, sehingga kita terhindar dari hal yang membahayakan keselamatan," cetusnya.

Diakhir kata, tak lupa Jobas menyampaikan rasa belasungkawa atas peristiwa tenggelamnya kapal kayu Dolphin di perairan Tapteng yang menewaskan tiga orang.

"Jobas turut berduka cita atas korban teggelamnya kapal tersebut. Semoga pihak keluarga tabah dengan coba ini," tutupnya.

(Dra/nusantaraterkini.co)