Nusantaraterkini.co, LABUAN BAJO – Sebuah kapal wisata dilaporkan tenggelam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat malam (26/12/2025). Insiden tersebut menyebabkan empat warga negara asing (WNA) asal Spanyol hingga kini dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kapal wisata bernama KM Putri Sakinah itu mengalami kecelakaan di perairan sekitar Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat. Sejumlah unsur terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, hingga aparat setempat.
Empat WNA Spanyol yang dilaporkan hilang masing-masing bernama Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martinez Ortuno Enriquejavier. Berdasarkan keterangan anak buah kapal (ABK), keempat korban diduga berada di dalam kabin saat kapal tenggelam.
Baca Juga : Pelatih Valencia CF Femenino B Tewas dalam Tragedi Kapal Wisata di Labuan Bajo
Petugas Pos SAR Manggarai Barat menyebutkan, pencarian difokuskan di titik terakhir kapal terlihat, sembari melakukan penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian.
“Dugaan sementara, korban masih berada di dalam kabin. Tim melakukan penyisiran permukaan dan akan mempertimbangkan penyelaman jika kondisi memungkinkan,” ujar salah satu petugas SAR di lokasi, dikutip Minggu (28/12/2025).
Tim SAR Temukan Serpihan Kapal
Baca Juga : Komisi VII: Insiden KM Putri Sakinah Bukti Lemahnya Pengawasan Keselamatan Wisata Bahari
Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif. Pada Sabtu (27/12/2025), tim SAR gabungan menemukan serpihan badan kapal beberapa mil laut dari titik tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengatakan penyisiran dilakukan di perairan utara Pulau Padar sejak pagi hingga sore hari.
“Pencarian terhadap empat WNA Spanyol ini akan dilanjutkan kembali esok hari,” kata Fathur Rahman.
Baca Juga : Komisi V DPR Semprot Kemenhub Imbas Kapal Tenggelam: Jangan Remehkan Warning BMKG
Dari total 11 orang yang berada di atas kapal, tujuh penumpang berhasil diselamatkan. Kapal wisata tersebut sebelumnya diketahui melakukan perjalanan ke Pulau Kalong, lalu melanjutkan pelayaran menuju Pulau Padar. Namun di tengah perjalanan, mesin kapal diduga mengalami gangguan hingga akhirnya tenggelam.
(Dra/nusantaraterkini.co)
