Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto akan berantas orang yang membekingi narkoba. Ketegasan itu ia katakan dihadapan para wartawan yang berkumpul di Warkop Jurnalis yang berada di Jalan H Agus Salim, Rabu (7/8/2024).
Kepada puluhan wartawan Kota Medan yang berkumpul di Warkop Jurnalis, lulusan Akademi Polisi (Akpol) 1994 ini menyatakan begitu dia menjabat sebagai Kapolda Sumut, tantangan sudah ada di depan mata. “Saya masuk, ada tantangan. Saya akan mengurangi dengan upaya keras. Orang-orang yang membekingi narkoba seperti oknum angkatan akan kita sikat,” tegasnya.
Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengaku dalam memberantas narkoba harus punya komitmen. Dalam pembicaraan santai dengan para wartawan, pria dengan bintang dua dipundaknya ini pun menyatakan apabila ada angkatan dalam hal ini polisi yang membekingi akan dipecat.
Mengenai apabila ada oknum petugas kepolisian yang terlibat kasus narkoba, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan akan melihat terlebih dahulu perihal keterlibatan oknum tersebut. “Kalau dia sebagai pembeking, akan kita pecat. Bahkan akan kita cari aliran dananya sehingga bisa masuk kepada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sementara apabila ada oknum petugas yang terlibat dan hanya pemakai, akan kita jatuhkan hukuman sesuai peraturan yang sudah ada,” kata Kapolda Sumut.
Baca Juga: Kapolda Sumut Ajak Wartawan Berkontribusi di PON XXI Sumut-Aceh
Setelah menghabiskan semua oknum yang membekingi pergerakan narkoba, sambung Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto barulah pihaknya memberantas yang berada di bawahnya. “Kalau semua oknum pembeking sudah kita bersihkan, baru bisa kita pukul orang-orang nya. Karena tidak ada orang atau oknum lagi di dalamnya,” ujarnya.
Perihal narkoba, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kajati agar memberikan tindakan tegas kepada mereka.
Diakuinya, ia menjabat sebagai Kapolda Sumut tugas berat yang harus ia selesaikan selain narkoba, juga kejahatan jalanan seperti yang santer terdengar di Kota Medan yakni geng motor.
“Saya akan menerapkan agar polisi ada di masyarakat. Jadi masyarakat bisa tenang dengan adanya kehadiran polisi di tengah mereka,” ujarnya.
Untuk masalah Geng Motor, masih dikatakan Kapolda Sumut, pihaknya akan memanggil para kasatker untuk mengecek harapan masyarakat serta untuk mengawasi hal-hal yang mungkin terjadi.
“Kita akan menstandby kan anggota di lapangan agar tidak salah dan harus melakukan survei terlebih dahulu di daerah mana yang acapkali terjadi kejahatan jalanan dan tempat berkumpulnya para geng motor sebelum beraksi,” terangnya.
nusantaraterkini.co/uploads/images/202408/image_870x_66b39afcdb57a.jpg" alt="">
Nantinya, kata Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, petugas akan berada di jalanan Kota Medan yang dianggap rawan. Mengenai pukul berapa personel akan berada di jalanan, orang nomor satu di Polda Sumut ini mengaku sekitar dini hari setiap harinya.
Jadi, masih dikatakan Kapolda, personel akan ngetem di warung-warung tempat tongkrongan dan berinteraksi dengan masyarakat. Dengan begitu, sambungnya, akan terjadi peningkatan UMKM. “Akan tercipta di mainset masyarakat, bahwa polisi selalu ada di jalan,” harapnya.
Dengan hadirnya polisi di masyarakat, jadi tidak ada rasa takut dan was-was lagi apabila melintas di jalanan yang gelap. Perihal sistemnya, kata Kapolda Sumut, sudah disiapkan. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan teman-teman TNI untuk membantu tugas kita menangani masalah narkoba dan kejahatan jalanan,” ujarnya.
Mengenai bagaimana kalau terjadi di jalan, jumlah geng motor lebih banyak daripada petugas di lapangan, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto memastikan jumlah personel akan lebih banyak daripada geng motor atau para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.
“Kita bisa pastikan, jumlah personel kita akan lebih banyak dari pada geng motor dan para pelaku kejahatan lainnya. Ini serta merta kita lakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Sumut dan Kota Medan pada umumnya,” katanya.
Masih dikatakan Kapolda Sumut, apabila ada personel polisi yang nakal, masyarakat bisa membuat pengaduan ke Polda Sumut dan bisa langsung ke bidang Propam Polda Sumut. “Kalau ada anggota yang nakal, akan kita tindak sesuai sistem yang berlaku. Perihal narkoba, kalau anggota tersebut sebagai korban, akan kita lakukan rehab,” ujarnya.
Sedangkan untuk kejahatan jalanan, pihaknya akan mengantisipasi dengan patroli di atas jam 12 malam. Di mana, untuk Kota Medan ada sekitar 3000 personel yang sudah siap melakukan pengamanan di jalanan. “Di mana untuk Indonesia 1:850 artinya satu polisi menjaga 800 masyarakat. Sedangkan untuk standar Internasional 1:250,” pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
