Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kawanan Gajah Sumatra Ngamuk di Siak, Rusak Rumah dan Kendaraan Warga: Ternyata Ini Penyebabnya

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anak gajah yang terperosok dan berhasil dievakuasi dari septic tank (Foto: Dok Pemkab Siak)

Nusantaraterkini.co, SIAK – Aksi 13 ekor gajah liar yang merusak rumah dan sepeda motor milik karyawan PT Arara Abadi di Kabupaten Siak, Riau, akhirnya terungkap penyebabnya. Kawanan tersebut dilaporkan mengamuk karena seekor anak gajah terperosok ke dalam septic tank.

Peristiwa itu sempat terekam dalam video yang memperlihatkan anak gajah berada di dalam lubang septic tank. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan tali tambang sebelum akhirnya anak gajah tersebut berhasil dikeluarkan dan digiring kembali ke kelompoknya di hutan.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, menjelaskan bahwa amukan kawanan gajah dipicu kepanikan saat mengetahui anaknya terjebak.

Baca Juga : Guru Ngaji di Ciamis Ditangkap Gegara Perkosa 1 Santriwati Hingga 10 Kali

“Gajah kecil ini usianya sekitar satu bulan. Setelah berhasil dievakuasi, langsung dikembalikan ke kelompoknya. Kawanan itu sebenarnya hanya menunggu anaknya,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Menurut Afni, selama ini kawanan gajah tersebut dikenal hanya melintas dan tidak pernah mengganggu permukiman warga. Insiden ini menjadi pengingat bahwa konflik satwa liar kerap terjadi akibat situasi darurat.

Sementara itu, Kapolres Siak, Sepuh Siregar, turut turun langsung ke lokasi bersama tim dari Balai Besar KSDA Riau, pihak perusahaan, serta jajaran Pemkab Siak untuk memastikan proses penyelamatan berjalan aman.

Baca Juga : Bobby Nasution Desak Pendataan 30 Ribu Rumah Rusak Akibat Bencana di Sumut Selesai Pekan Ini

Ia menegaskan bahwa gajah sumatra merupakan satwa yang dilindungi, sehingga penanganannya harus mengedepankan pendekatan humanis dan kolaboratif.

“Anak gajah berhasil dievakuasi dengan selamat. Ke depan, jika terjadi insiden serupa, masyarakat diminta segera melapor agar dapat ditangani secara cepat dan tidak memicu konflik,” katanya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pesan penting bahwa amukan satwa liar tidak terjadi tanpa sebab. Perlindungan habitat dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik menjadi kunci agar manusia dan satwa dapat hidup berdampingan secara aman.

Baca Juga : Heboh! Air Kolam di Pagar Alam Berubah Merah Seperti Darah Usai Hujan Deras

(Dra/nusantaraterkini.co).