Nusantaraterkini.co, OGAN ILIR — Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) pada, Sabtu (7/3/2026) guna mengejar target produksi padi nasional sebesar 34,77 juta ton setara beras pada tahun 2026.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono menyampaikan jika nantinya penggunaan teknologi ini mulai mengubah cara kerja petani, dari yang sebelumnya menggunakan tenaga manual kini beralih ke mesin modern seperti traktor dan mesin panen.
Baca Juga : Dorong Modernisasi, Kementan Beri Subsidi Bunga Kredit Alsintan bagi Pengusaha Pertanian di Sumsel
Di Sumsel, pemerintah mendahulukan bantuan alat-alat canggih ini untuk daerah pusat penghasil pangan, seperti Kabupaten OKI, OKU Timur, dan Banyuasin, agar hasil panen di sana bisa meningkat lebih cepat.
Baca Juga : KRI Makassar Sandar di Belawan, Bantuan Logistik Tahap III untuk Korban Bencana Sumut Mulai Disalurkan
"Tentu bantuan alat dari pemerintah tidak bisa mencakup semua petani, maka kami membuka peluang bagi siapa saja yang ingin membuka usaha jasa sewa alat pertanian,” ujarnya.
Melalui skema ini, diharapkan mekanisasi pertanian dapat menjangkau lahan-lahan petani secara lebih masif tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bantuan hibah.
Baca Juga : Mekanisasi Pertanian Medan: Zakiyuddin Harahap Salurkan Alsintan untuk Genjot Produksi Pasca-Banjir
“Kementan menyediakan fasilitas kredit khusus untuk modal membeli alat tersebut, di mana bunganya disubsidi pemerintah. Jadi, dari yang aslinya 11 persen, pengusaha cukup membayar bunga 3 persen saja," imbuhnya.
Baca Juga : Bupati Samosir Serahkan Bantuan Alsintan Sumber Dana APBN 2025
Langkah percepatan teknologi ini juga menjadi strategi Kementan dalam melakukan regenerasi petani.
Dengan mengubah pola kerja tradisional menjadi lebih modern dan efisien, sektor pertanian diharapkan mampu menarik minat generasi milenial hingga generasi Z untuk terlibat aktif dalam pengembangan pangan nasional.
"Pemanfaatan teknologi diharapkan membuat sektor pertanian lebih menarik bagi anak muda. Inilah kunci peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian kita di masa depan," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
