Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kereta Api Dhoho Tabrak Truk di Blitar, Lokomotif Sempat Rusak

Truk Diduga Mogok di Tengah Perlintasan Kereta Api

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kecelakaan Kereta Api (KA) Commuter Line Dhoho dengan truk di JPL 190 KM 120+448, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Selasa (28/4/2026) (foto: dok. Daop 7 Madiun).

Nusantaraterkini.co, BLITAR — Insiden kecelakaan antara kereta api dan truk terjadi di perlintasan sebidang JPL 190 KM 120+448, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.35 WIB.

Kereta yang terlibat adalah KA Commuter Line Dhoho dengan rute Stasiun Kertosono menuju Stasiun Malang. Peristiwa ini diduga dipicu oleh sebuah truk yang mengalami mogok saat berada tepat di tengah jalur rel.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa truk tersebut sudah dalam posisi melintang ketika palang pintu perlintasan telah tertutup.

Baca Juga : Kosan di Binjai Digerebek BNN, 21 Penghuni Positif Narkoba

“Diduga truk mogok di tengah perlintasan saat palang pintu sudah dalam kondisi tertutup,” ujarnya, dikutip Rabu (29/4/2026).

Benturan pun tak terhindarkan meski masinis telah berupaya melakukan pengereman. Jarak yang terlalu dekat membuat laju kereta tidak bisa dihentikan secara maksimal.

Setelah kejadian, petugas langsung melakukan evakuasi. Truk berhasil dipindahkan dari jalur rel sekitar pukul 22.00 WIB agar tidak mengganggu perjalanan kereta lainnya.

Baca Juga : 252 Siswa di Sumba Barat Daya Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

Namun, dampak tabrakan menyebabkan gangguan pada lokomotif, khususnya pada sistem pengereman. Akibatnya, kereta sempat tidak dapat melanjutkan perjalanan.

“Sekitar pukul 22.35 WIB, lokomotif sudah bisa ditangani dan kemudian ditarik mundur menuju Stasiun Blitar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Tohari.

Meski kejadian ini cukup serius, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Baik penumpang, awak kereta, maupun sopir truk dilaporkan selamat.

Baca Juga : Ibu Hamil Jadi Korban Salah Tembak Anggota Polisi di Jambi

Diduga sopir truk sempat turun dari kendaraannya saat menyadari kereta akan melintas, sehingga terhindar dari dampak benturan langsung.

Pihak perkeretaapian juga menyebut petugas penjaga perlintasan telah berupaya memberikan peringatan kepada masinis dengan isyarat adanya hambatan di jalur.

Menanggapi kejadian ini, Tohari mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta api.

Baca Juga : Pakai Headset di Pinggir Rel, Warga Sinaksak Disenggol Kereta Api

Ia menegaskan bahwa palang pintu bukanlah sistem pengaman utama, melainkan hanya alat bantu. Pengguna jalan tetap diwajibkan berhenti, melihat kondisi kanan dan kiri, serta memastikan jalur aman sebelum melintas.

“Utamakan keselamatan. Saat sirene berbunyi atau sinyal sudah diberikan, pengendara wajib berhenti dan tidak memaksakan diri melintas,” pungkasnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Kebakaran di Sihitang Padangsidimpuan, Tiga Rumah Ludes