Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua DPD Sultan B Najamudin menyoroti pentingnya sinergi antara pembangunan ekonomi yang inklusif dan keberlanjutan ekologi.
Hal ini disampaikannya menyikapi pembangunan ekonomi dan keberlanjutan ekologi di Indonesia.
Baca Juga : Hari Kebebasan Pers Sedunia, AJI Sampaikan Enam Poin Desakan untuk Kebebasan Pers
Sultan menegaskan peran strategis BUMN dalam mendorong sinergi antara pembangunan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga : Komnas Perempuan: Kebebasan Pers Adalah Fondasi Masyarakat Damai dan Berkeadilan
Menurutnya, demokrasi di Indonesia seharusnya mencerminkan keseimbangan dan harmoni, termasuk dalam menjaga kualitas lingkungan di tengah perubahan iklim.
“Hal ini harus dimulai dengan semangat rekonsiliasi dan persatuan nasional. Adanya keseimbangan antara demokrasi (check and balance) dan ekologi merupakan kunci untuk membangun masa depan berkelanjutan,“ katanya, Jumat (15/10/2024).
Baca Juga : Abad Pencerahan dan Bencana dari Akal Budi
Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga membagikan buku hasil karyanya yang berjudul Green Democracy kepada perwakilan kementerian dan lembaga yang hadir. Buku ini mendorong elite bangsa untuk membangun demokrasi yang seimbang dengan kelestarian lingkungan.
Baca Juga : Penindakan Satgas PKH: Segel Area Proyek di Lokasi PLTA Simarboru Pasca-Bencana Aek Garoga
“Kita perlu mewujudkan demokrasi yang sejuk dan berimbang di tengah krisis iklim ini. Rekonsiliasi dan persatuan nasional harus menjadi semangat utama,” ungkapnya.
Dalam Green Democracy, Sultan mengupas pentingnya keseimbangan antara demokrasi (check and balance) dan ekologi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga : Pertahanan Kuat sebagai Pilar Utama Stabilitas dan Pembangunan Ekonomi Nasional
Buku Green Democracy karya Sultan juga menawarkan sejumlah inovasi dalam demokrasi yang relevan dengan konteks Indonesia, mulai dari sistem pemilu hingga penguatan peran DPD.
Baca Juga : MPR Dukungan Prabowo Lindungi Investasi Asing Masuk ke RI
“Hijau bukan sekedar warna; ia adalah simbol harapan, pertumbuhan, dan keseimbangan,” jelasnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
