Nusantaraterkini.co– Memiliki pernikahan yang langgeng adalah impian setiap orang, namun ada saja rintangannya seperti kisah istri pergoki suami selingkuh.
Baca Juga : Massa Aksi di Sudirman Ajak Pengendara Nyalakan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Aksi istri pergoki suami selingkuh itu tentu saja bukan yang pertama kalinya terjadi.
Baca Juga : Heboh Video Viral Prima Salam, Ratu Dewa Ungkap Kondisi Kesehatan Wawako
Dikutip dari eva.vn Jumat (31/5/2024), kejadian istri pergoki suami selingkuh ini terjadi di Kota Ho Chi Minh, Vietnam.
Baca Juga : Cekcok di SPBU saat Antre BBM, Sopir Turk Meninggal Dunia usai Ditusuk
Ibu A dan suaminya diketahui sudah bersama selama 20 tahun dan memiliki 2 anak.
Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis
Ibu A adalah seorang tenaga penjualan di industri mebel.
Baca Juga : Polda Sumsel Sita 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Siap Edar di Palembang Lewat Ekspedisi Resmi
Karena sifat pekerjaannya, ia sering kali harus melakukan perjalanan bisnis, setiap perjalanan berlangsung dari beberapa hari hingga seminggu.
Tak lama kemudian, ia mendapat firasat bahwa suaminya mempunyai wanita lain di luar sana.
Ia merasakan demikian karena melihat suaminya menunjukkan gelagat tam biasa seperti jarang berada di rumah dan tidak lagi tertarik atau menuntut "urusan ranjang" seperti dulu.
Suatu hari, ketika suaminya sedang tertidur lelap, Ibu A menggunakan sidik jarinya untuk membuka ponselnya dan membaca pesan-pesan mesra antara suaminya dan rekan kerjanya yang lebih muda dan sudah menikah.
Begitu mengetahui suaminya selingkuh, Ibu A tetap berusaha tenang menunggu suaminya bangun untuk bertanya.
Awalnya sang suami masih menyangkal namun akhirnya mengakui kesalahannya.
Meskipun begitu, sang suami tetap menyalahkan istrinya.
Sang suami mengatakan hal itu terjadi karena istrinya sering melakukan perjalanan bisnis, menelantarkan keluarga, tidak bisa memenuhi kebutuhannya hingga ia akhirnya tidak punya perasaan lagi.
Ibu A memang kerap kali merasa kurang bergairah karena sudah lelah dengan tumpukan pekerjaannya.
Ia tidak menyangka karena hal tersebut, secara tidak langsung malah mendorong suaminya menjauh.
Awalnya ia pikir ini bukan masalah besar karena ia sudah menunaikan tugasnya sebagai seorang istri dengan mengurus keluarga.
Saat ini, Ibu A dan suaminya berada dalam kondisi konflik dimana mereka “tidak bisa melepaskan, tidak bisa tetap bersama”.
Ibu A sangat ragu karena anak-anaknya masih dalam usia sekolah dan takut perceraian orang tuanya akan berdampak pada mereka.
Sedangkan suami Ibu A tidak ingin bercerai.
Ibu A akhirnya meminta maaf kepada suaminya karena merasa tersiksa dan ingin kembali.
Ia percaya bahwa ini adalah pelajaran yang berharga untuk rumah tangganya daripada mereka akhirnya berpisah karena saling menyakiti.
Pengalaman Ibu A menjadi pelajaran kepada wanita untuk tidak mengabaikan perawatan diri, mengabaikan seks, dan menjaga kehangatan rumah tangganya.
Karena urusan “ranjang” pada hakikatnya merupakan faktor untuk mempererat dan “menjaga api” dalam pernikahan.
(*/Nusantaraterkini.co)
