Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dedi Irawan Tepis Tudingan Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar Karena Zulkifli Hasan: Berita Hoaks dan Tak Logis

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara, Dedi Irawan S.P., M.C., yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. (Foto: istimewa)

nusantaraterkini.co,MEDAN - Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara, Dedi Irawan S.P., M.C., yang juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

​Dalam pernyataannya, Dedi Irawan mendesak seluruh pihak untuk mengalihkan fokus utama pada upaya penyelamatan warga, evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan kawasan terdampak di tengah masa tanggap darurat bencana.

Mengecam Propaganda Hoaks

Baca Juga : Insinyur Sumut Dorong Solusi Ilmiah dan Aksi Nyata Atasi Sampah Pra dan Pascabencana

​Menanggapi isu yang beredar luas di platform digital yang menuduh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, sebagai penyebab bencana banjir tersebut, Dedi Irawan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan tidak logis.

​Dedi menyebut, propaganda menyesatkan ini disebarkan oleh sejumlah akun anonim yang identitasnya tidak jelas dan terkesan dalam pola yang terkoordinasi.

​"Kami melihat banyak akun bodong menyebarkan propaganda yang menyesatkan dengan menyalahkan Pak Zulkifli Hasan atas bencana banjir. Ini tuduhan tidak berdasar, tidak logis, dan sangat tidak etis di tengah masyarakat yang sedang berduka," tegas Dedi Irawan, Senin (1/12/2025).

Baca Juga : Pascabanjir, Belasan Ribu Warga Sumut Dilaporkan Terjangkit ISPA dan Penyakit Kulit

Banjir Dipengaruhi Faktor Alam, Bukan Politik

​Ia menjelaskan bahwa bencana alam berskala besar seperti banjir disebabkan oleh faktor-faktor alamiah yang kompleks, bukan oleh faktor politik.

​Faktor-faktor yang memengaruhi bencana ini meliputi: cuaca ekstrem, topografi (keadaan alam suatu tempat), kerentanan lingkungan dan dinamika meteorologis.

Baca Juga : Tanggul Sungai Tukka Jebol, 100 Prajurit TNI Yonif TP 908/GD Siaga Evakuasi Warga Tapteng

​Dedi Irawan meminta agar isu bencana tidak diarahkan ke hal-hal yang bersifat politis, apalagi yang cenderung kepada fitnah dan penyebaran hoaks.

Seruan Gotong Royong

​Dedi juga menyerukan kepada para relawan, masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, dan seluruh kader Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia untuk bergerak membantu korban banjir tanpa henti.

Baca Juga : Tanggul Darurat di Tukka Tapteng Jebol Lagi, Warga Kembali Mengungsi

​"Masyarakat sedang dalam keadaan sulit. Jangan tambah beban mereka dengan hoaks dan fitnah. Banjir ini adalah fenomena alam yang harus dihadapi dengan kerja bersama, bukan dijadikan panggung untuk membangun sentimen negatif," tambahnya.

​Ia menekankan bahwa penyebaran hoaks justru mengalihkan perhatian dari upaya kemanusiaan yang lebih mendesak, seperti perlindungan warga rentan.

​"Ini bukan saatnya melakukan perang narasi. Ini saatnya gotong royong dan mengutamakan kemanusiaan. Jagalah ruang publik kita dari provokasi dan disinformasi," tutup Dedi Irawan.

Baca Juga : Pemulihan Akses sampai Kurangi Intensitas Hujan Masih Terus Dilakukan BNPB

(Dra/nusantaraterkini.co).