Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan bekerjasama dengan Kemenag Tapanuli Selatan, melaksanakan kegiatan ibadah bersama, yang diikuti oleh Petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang beragama Kristen, yang berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, di Gereja Lapas tersebut, Kamis (6/11/2025).
Kegiatan ibadah ini menjadi bagian dari pembinaan kerohanian di Lapas, yang bertujuan memperkuat keimanan dan moral WBP. Diharapkan WBP dapat memperoleh ketenangan batin, memperbaiki diri, serta semakin dekat kepada Tuhan.
Sebagai pengkhotbah, Maria Rosanita Sihotang membawakan renungan dari Injil Lukas 15:1–7 tentang "Perumpamaan Domba yang Hilang".
Baca Juga : Penutupan Bulan Rosario, Umat Katolik di Samosir Gelar Perarakan Patung Bunda Maria di Pangururan
Pada giat itu, Maria Rosanita Sihotang menyampaikan pesan, agar setiap umat senantiasa menyadari kasih Tuhan yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya, meskipun pernah tersesat dalam kehidupan.
"Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, bahwa tidak ada satu pun yang terlalu jauh untuk diselamatkan. Seperti gembala yang mencari domba yang hilang, demikian juga Tuhan selalu membuka jalan bagi pertobatan," tutur Maria.
Kalapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit mengapresiasi Kemenag Tapanuli Selatan atas dukungan dan kerja sama yang berkelanjutan, dalam pembinaan keagamaan di Lapas Padangsidimpuan.
Baca Juga : Biaya Haji 2026 Turun Rp2 Juta, Legislator: Standar Pelayanan Tetap Terjaga
"Giat ini memiliki peran penting dalam proses pemasyarakatan. Dimaksud untuk membantu warga binaan menemukan kembali harapan dan arah hidup yang benar," ujar Mathrios
Ibadah bersama ditutup dengan doa dan pujian syukur, serta harapan agar kegiatan rohani ini, terus berjalan secara rutin sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual terhadap WBP.
(Sgm/Nusantaraterkini.co)
