Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Komisi X Dorong Investigasi Dugaan Praktik Joki Seleksi Masuk UI

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani. (Foto: Dok.DPR)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi X DPR mendorong adanya investigasi untuk membongkar jaringan pelaku joki masuk perguruan tinggi.

Baca Juga: Papan Bunga Ucapan Terima Kasih KPK Tangkap Topan Ginting Berjajar di Karya Wisata Johor

Baca Juga: Bobby Nasution Siap Diperiksa Apabila Terima Aliran Dana

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani terkait kemunculan penawaran testimoni soal praktik perjokian Seleksi Masuk (Simak) Universitas Indonesia (UI).

"Terkait beredarnya informasi di media sosial yang menawarkan testimoni soal praktik perjokian pada Simak UI, atau praktik perjokian di perguruan tinggi manapun, saya menyoroti pentingnya integritas dan transparansi dalam proses seleksinya," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani, Senin (30/6/2025).

"Tentu praktik perjokian, tidak hanya merusak kredibilitas institusi pendidikan, tetapi juga merugikan calon mahasiswa yang berkompetisi secara jujur," imbuhnya.

Menurut Lalu, pendidikan harus menjadi ruang yang adil bagi semua peserta, dan mekanisme pengawasan untuk mencegah praktik perjokian harus berjalan optimal. Untuk mengungkap praktik tersebut dinilai perlu pengusutan.

"Kami mendukung langkah tegas UI, atau kampus manapun itu, untuk tidak mentolerir kecurangan apa pun, dan mendorong adanya investigasi mengungkap jaringan pelaku serta memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku, dan juga memastikan akuntabilitas proses seleksi," ujarnya.

Di sisi lain, Lalu menilai dugaan kasus ini mengindikasikan adanya tekanan psikologis dan sistemik yang dihadapi calon mahasiswa. Sehingga mendorong sebagian pihak mencari jalan pintas melalui praktik perjokian.

"Terkait ini, saya juga mendorong perguruan tinggi dan pihak Kementerian pendidikan tinggi, untuk memperkuat pendampingan serta sosialisasi tentang pentingnya kejujuran akademik, sekaligus menyediakan mekanisme seleksi yang lebih inklusif dan adil," tutur pria akrab disapa Lalu Ari ini.

Baca Juga: Nadiem Makarim Dicegah ke Luar Negeri, Kejagung: Hal Biasa untuk Proses Pemberkasan Penyidikan

Kerja sama antara kampus, Kementerian Pendidikan Tinggi, dan aparat penegak hukum, dinilai Lalu sangat diperlukan untuk menindak tegas pelaku sekaligus memulihkan kepercayaan publik.

"Kami berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola seleksi masuk PTN, sehingga meritokrasi dan integritas tetap menjadi fondasi utama pendidikan tinggi di Indonesia," tegas legislator dapil NTB ini.

Diketahui, informasi praktik perjokian Simak UI beredar di media sosial. Dalam informasi itu disebutkan joki mematok tarif Rp 2-4 juta, tergantung bagian ujian mana yang ingin dijokikan.

Rangkaian seleksi Simak UI 2025 untuk S1, D3, dan D4 kini mencapai tahap ujian, yang dimulai sejak Sabtu (28/6) hingga hari ini. Hasil ujian Simak UI akan diumumkan paling lambat pada 11 Juli 2025.

(cw1/nusantaraterkini.co)