Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Komisi X DPR Desak Pemerintah Percepat Pemulihan Pendidikan Pascabencana Sumatera

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi X DPR mendesak pemerintah mempercepat pemulihan layanan pendidikan di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pasca banjir dan longsor. 

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menilai kerusakan sekolah dan terganggunya proses belajar dalam skala besar membutuhkan langkah yang lebih cepat, terstruktur, dan didukung anggaran tambahan.

“Ribuan sekolah rusak dan ratusan ribu siswa terdampak. Negara tidak boleh membiarkan anak-anak berhenti belajar hanya karena lambat merespons. Pemulihan harus dipercepat dan difokuskan pada kebutuhan paling mendesak,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga : Ribuan Sekolah Rusak dalam Bencana Sumatera, Komisi X Desak Langkah Darurat Penyelamatan Pendidikan

Komisi X mendorong Kemendikdasmen mengalokasikan tambahan anggaran pada APBN 2026 dan memberi fleksibilitas kepada pemerintah daerah untuk menyesuaikan kalender akademik, pola pembelajaran, serta asesmen di wilayah yang masih dalam status tanggap darurat.  

Hetifah meminta Kemendikdasmen memberikan fleksibilitas pembelajaran bagi daerah terdampak, memperluas layanan psikososial, serta memasukkan pengaturan pendidikan dalam situasi bencana ke dalam RUU Sisdiknas

Ia berpandangan, perlindungan pendidikan dalam situasi bencana perlu dicantumkan secara eksplisit dalam RUU Sisdiknas agar memiliki kepastian hukum. 

“Kita perlu regulasi yang menjamin bahwa dalam kondisi apa pun, pendidikan tetap jalan. Ini bukan pilihan, ini kewajiban negara,” ujarnya.

Sebelumnya, Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti dalam rapat kerja dengan Komisi X memaparkan bahwa 2.798 satuan pendidikan terdampak, 5.421 ruang kelas rusak, dan lebih dari 600 ribu siswa mengalami gangguan layanan pendidikan. Banyak sekolah rusak, akses terputus, dan sebagian digunakan sebagai posko pengungsian.

Baca Juga : Komisi X akan Panggil Mendikdasmen Terkait 1.009 Sekolah Terdampak Banjir dan Longsor Sumatera

Melihat skala kerusakan tersebut, Komisi X meminta percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk memastikan layanan dasar segera kembali berjalan.

“Yang paling penting sekarang adalah memulihkan sekolah, mengamankan anak-anak, dan memastikan mereka bisa kembali belajar secepat mungkin,” kata Hetifah.

Hetifah memastikan Komisi X akan terus mengawal percepatan pemulihan pendidikan

"Yang dipertaruhkan adalah masa depan anak-anak. Pemulihan harus cepat dan berpihak pada masyarakat terdampak,” tegasnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)