Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pemerintah Indonesia mulai mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran pada Jumat (6/3/2026) menyusul meningkatnya eskalasi konflik setelah serangan militer Israel dan Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat ada sekitar 329 WNI yang berada di Iran saat situasi keamanan memanas akibat serangan yang terjadi sejak Sabtu (28/2/2026).
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Henny Hamidah, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lapangan.
Baca Juga : Evakuasi Gelombang III, 45 WNI Keluar dari Teheran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
“Evakuasi WNI dari Iran mulai dilaksanakan hari ini secara bertahap,” ujar Henny dalam keterangan pers di Kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Pada tahap awal, pemerintah akan mengevakuasi 32 WNI melalui jalur darat menuju Azerbaijan sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Menurut Henny, skema evakuasi tersebut dipilih karena dinilai sebagai rute paling aman di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Baca Juga : 22 WNI dari Iran Tiba di Tanah Air, Pemerintah Siapkan Gelombang Kedua Repatriasi
Sementara itu, untuk tahap evakuasi selanjutnya, pemerintah masih akan melakukan penilaian situasi dan koordinasi dengan berbagai pihak sebelum mengambil keputusan.
Di sisi lain, KBRI Teheran tetap beroperasi dan terus melakukan komunikasi serta pendataan terhadap WNI yang tinggal maupun sedang berada di berbagai wilayah Iran.
“KBRI Teheran terus melakukan engagement dan outreach kepada para WNI, baik yang menetap maupun yang berada sementara di Iran. Kami juga memastikan mereka mendapatkan bantuan yang diperlukan,” kata Henny.
Baca Juga : Prabowo Tawarkan Mediasi Konflik AS-Israel-Iran, Siap Terbang ke Teheran Jika Disepakati
Pemerintah memastikan keselamatan WNI menjadi prioritas utama di tengah situasi konflik yang masih berkembang di kawasan Timur Tengah.
(Dra/nusantaraterkini.co).
