Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Konflik geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah berdampak pada keberangkatan jemaah umrah asal Sumatera Selatan (Sumsel).
Untuk itu pemerintah setempat mengimbau agar para jemaah menunda perjalanan untuk sementara waktu demi memastikan keselamatan mereka di Arab Saudi.
Baca Juga : Wamenhaj Imbau Tunda Umrah Akibat Konflik Timur Tengah, Pastikan Persiapan Haji 2026 Aman
“Situasi saat ini tidak menentu dan kami memprioritaskan keselamatan jemaah kita di atas segalanya. Penundaan ini adalah langkah antisipatif untuk mencegah risiko yang tidak perlu," ujar Plt Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumsel, Arkan Nurwahiddin, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga : Arab Saudi Bekukan Izin 1.800 Agen Travel Umrah Asing, Berlaku Sementara
Meskipun dinamika politik di Timur Tengah cukup mengkhawatirkan, keberangkatan umrah tidak secara keseluruhan dibatalkan, namun ditunda sementara.
Pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumsel akan terus memantau situasi di sana, sehingga keputusan untuk berangkat dapat diambil saat kondisi sudah lebih stabil.
Baca Juga : Sumsel Dapat Tambahan 13.000 Kuota Rumah dan Jadi Tuan Rumah Launching Nasional
Bagi jemaah yang saat ini sudah berada di Arab Saudi untuk beribadah umrah, Kanwil mengimbau mereka untuk segera berkoordinasi dengan perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah serta Kantor Urusan Haji Indonesia di Arab Saudi.
Baca Juga : Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Sumsel Prioritaskan Skrining pada Keluarga Penderita
Komunikasi yang baik dengan merupakan kunci untuk menjaga keselamatan dan kelancaran kepulangan jemaah.
Sementara itu, meskipun situasi di Timur Tengah belum sepenuhnya kondusif, Kanwil memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 2026 masih berjalan sesuai jadwal tanpa gangguan.
Baca Juga : AS dan Iran Kembali Memanas, Saling Serang Picu Ketegangan Baru di Kawasan Teluk
Semua tahapan persiapan akan dilakukan sesuai standar keselamatan dan keamanan yang ditetapkan.
Baca Juga : Cadangan Devisa Menyusut, Rupiah Berpotensi Tergelincir ke Rp18.230 per Dolar AS
"Keselamatan jemaah adalah prioritas utama kami, sehingga kami akan melakukan segala upaya yang diperlukan agar jemaah dapat beribadah umrah dengan aman dan nyaman," tambah Arkan.
Diharapkan situasi di Timur Tengah segera membaik dan stabil, sehingga seluruh rangkaian ibadah umrah maupun haji pada dapat berjalan lancar.
“Kita berharap situasi segera membaik dan seluruh rangkaian ibadah, baik umrah maupun haji 2026, dapat berjalan lancar,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
