Nusantaraterkini.co, MANILA – Konvoi kendaraan Wali Kota Shariff Aguak, Maguindanao del Sur, Filipina, Akmad Ampatuan, diserang kelompok bersenjata berat menggunakan pelontar granat roket (RPG), Minggu pagi, 25 Januari 2026.
Mengutip laporan Xinhua, Senin (26/1/2026), insiden terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat saat Akmad Ampatuan tengah melakukan perjalanan menggunakan mobil anti peluru dengan pengawalan ketat. Serangan berlangsung di sudut Jalan Maguindanao, tepatnya di Barangay Mother Poblacion.
Polisi mengungkapkan, para pelaku diduga berjumlah beberapa orang dan datang menggunakan sebuah minivan putih. Dari kendaraan tersebut, para tersangka melepaskan tembakan membabi buta serta menembakkan granat RPG ke arah konvoi wali kota.
Baca Juga : Trump Beri Sinyal Kesepakatan Nuklir Iran, Siapkan Pertemuan Lanjutan Pekan Depan
Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang disiarkan GMA Regional TV memperlihatkan dua pria bersenjata turun dari minivan. Salah satunya terlihat menggotong senjata RPG dan menembakkannya ke arah SUV yang ditumpangi wali kota.
Ledakan granat menyebabkan kepulan asap tebal dan merusak kendaraan. Meski demikian, SUV wali kota masih mampu melaju beberapa meter sebelum akhirnya berhenti di tengah jalan. Tak lama berselang, terdengar rentetan tembakan di lokasi kejadian.
Kendaraan pengawal yang dipimpin PFC Manuel Arcega Dondiego langsung melakukan tembakan balasan. Para pelaku kemudian melarikan diri, namun aparat melancarkan pengejaran yang berujung baku tembak singkat.
Baca Juga : Anggota Parlemen Jepang Tolak Izin Lahan Pemakaman untuk Warga Muslim
Dalam baku tembak tersebut, tiga orang tersangka tewas, sementara sejumlah senjata api berkaliber tinggi ditemukan di dalam minivan yang digunakan pelaku.
Wali Kota Akmad Ampatuan dilaporkan selamat tanpa luka. Namun, dua personel pengawalnya, termasuk PFC Manuel Arcega Dondiego, mengalami luka tembak di bagian kiri perut.
“Ada kendaraan pengawal yang membawa personel keamanan wali kota. Saat diserang, personel tersebut membalas tembakan. Dua anggota keamanan terluka,” ujar juru bicara Kepolisian BARMM, P/Capt. Steffi Salanguit.
Baca Juga : Ternyata Ini Sumber Kekuatan Ekonomi Iran Hingga Berani Serang Israel
Hingga kini, aparat masih menyelidiki motif di balik serangan tersebut. Insiden ini disebut sebagai upaya pembunuhan ketiga terhadap Akmad Ampatuan.
Polisi juga menemukan sebuah minivan di Sitio 24, Datu Unsay, yang diduga kuat digunakan para pelaku untuk melarikan diri setelah penyerangan.
Pasca-kejadian, aparat keamanan meningkatkan status siaga di sejumlah wilayah untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan.
Baca Juga : Arkeolog Temukan Alat Pembuat Api Purbakala Berusia 7.000 Tahun di China Timur
(Dra/nusantaraterkini.co).
