nusantaraterkini.co, KORUT - Korea Utara (Korut) meledakkan ruas jalan dan rel kereta api yang menghubungkan negara itu ke Korea Selatan (Korsel). Ada pun, dua objek tersebut adalah objek yang simbolis bagi dua negara.
"Korut meledakkan bagian jalan Gyeoungui dan Donghae, sebelah utara garis demarkasi militer (MDL)," kata Kepala Staff Gabungan Korsel (JCS), dikutip dari AFP, Rabu (16/10/2024).
"Tidak ada kerusakan pada militer kita, dan militer kita melepaskan tembakan balasan di sebelah selatan MDL," imbuhnya.
Baca Juga : Kim Jong Un Janji Dukung Tanpa Syarat Semua Kebijakan Vladimir Putin dan Rusia
Infrastruktur yang diledakkan sebetulnya sudah terbengkalai. Tapi, dengan menghancurkannya, pemimpin Korut Kim Jong Un memberi pesan yang jelas bahwa mereka tak punya niat negosiasi dengan Korsel.
"Ini adalah cara militer yang praktis, terkait dengan dua negara yang masih bermusuhan, seperti yang selalu disebut oleh Korut," kata Yang Moo-jin, presiden Studi Korea Utara, di Seoul kepada AFP.
Korut nampaknya merencanakan membangun lebih banyak penghalang di sepanjang perbatasan. Yang menyebut, meledakkan jalan dan rel kereta api bisa jadi merupakan langkah persiapan.
Baca Juga : Teguh Santosa: MoU Indonesia dan Korea Utara Langkah Diplomatik Strategis bagi ASEAN
Tudingan Korut: Korsel Sebar Propaganda Anti Rezim via Drone di Pyongyang
Korut menuding Korsel sudah menyebarkan propaganda anti rezim di Pyongyang, menggunakan drone. Maka, Korut menjawabnya dengan meledakkan jalan raya dan rel kereta itu.
Militer Korsel sendiri membantah tudingan mengirim drone ke Pyongyang, tapi menolak memberi tanggapan. Bahkan, mereka diam saja ketika Pyongyang akan mendeklarasikan perang jika mereka menemukan drone lagi.
Baca Juga : Usai Bertemu Putin, Jejak Kim Jong-un Langsung Disterilkan Staf Khusus
Saudari Kim Jong Un, Kim Yo Jong menyebut telah mendapatkan bukti drone itu. Ia yakin Korsel ada di balik pengiriman drone.
"Provokator akan membayar harga yang setimpal," kata Kim Yo Jong.
Meski dibantah militer Korsel, pengiriman drone, propaganda serta selebaran sendiri memang dilakukan para aktivis di Korsel. Biasanya, mereka menerbangkan balon, tapi ada juga yang menerbangkan drone kecil yang susah dideteksi ke utara.
Baca Juga : Piala Asia U-17: Timnas Korut Tekuk Indonesia: Skor Akhir 6-0
Tak seperti drone konvensional, drone yang mereka gunakan dibuat dari polypropylene. Sebuah bahan yang mirip dengan stirofoam, yang menyebabkan drone itu tak bisa dideteksi Korut.
(Dra/nusantaraterkini.co).
