KPU Ubah Panelis untuk Debat Kedua Capres-cawapres 2024
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan panelis pada Debat Kedua Pasangan Calon (Paslon) Presiden dan Wakil Presiden 2024 tidak akan sama.
Baca Juga : Urgensi Kepastian Waktu, KPU Ingatkan Dampak Revisi UU Pemilu terhadap Tahapan 2029
Hal ini disampaikan oleh Komisioner KPU August Mellaz setelah diadakannya evaluasi debat perdana di Gedung KPU Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2023).
Baca Juga : Sekjen dan 5 Komisioner KPU Disanksi Peringatan Keras terkait Private Jet
“(Terkait panelis) ya tentu berubah, berbeda, karena begini, isinya kan berbeda,” kata August.
Adapun hal ini disebutkannya akan segera diputuskan oleh KPU. Ia juga menyebutkan jika berdasarkan timeline dan debat diadakan pada 22 Desember 2023, maka dua hari sebelumnya panelis juga akan dikarantina.
Baca Juga : Ditetapkan Pemenang Pilkada Binjai, Ini Kata Amir-Jiji
“Kan gitu, nanti ditarik mundur lagi koordinasi antar paslon. TV House, ditarik mundur lagi termasuk kapan misalnya panelis akan diumumkan,” ujarnya.
Baca Juga : KPU Binjai Siap Hadapi Gugatan Paslon Nomor Urut 3 di MK: Sidang Dimulai Rabu
Dia menekankan, bahwa evaluasi yang diadakan melibatkan seluruh tim paslon dan seluruh tim paslon memberikan catatan evaluasi masing-masing.
“Ini jadi pengingat kita semua, kan ada catatan ke KPU, ada catatan ke masing-masing tim paslon kan ada, (terkait catatan KPU) misalnya venue yang posisinya seperti itu, ada keterbatasan dari sisi lighting,” tandasnya.
Baca Juga : Lugas, Pasangan Ondim-Tiorita Unggul di Debat Kedua, Layak Pimpin Kabupaten Langkat
Diketahui rapat evaluasi kali ini Dipimpin langsung oleh August Mellaz. Hal ini dikarenakan Ketua KPU, Hasyim Asy'ari sedang berada di Bali untuk meninjau aktivitas pelipatan surat suara Pemilu 2024.
Baca Juga : Debat Kedua Pilkada Palas, Sekelompok Pendukung Teriak “Pargabus”
Debat kedua sendiri akan dilaksanakan pada Jumat, 22 Desember 2023 dengan tema ekonomi baik itu ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan investasi, pajak perdagangan, pengelolaan APBN, infrastruktur, dan perkotaan. Debat kedua akan menjadi porsi dari Calon Wakil Presiden (Cawapres).
(mr6/nusantaraterkini.co)
