Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Krisis Energi Mengintai, WFH Dinilai Bukan Jawaban Fundamental

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin, mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah dalam merumuskan kebijakan WFH, Rabu (25/3/2026).(foto: istimewa)

Nusantaraterkini.coJAKARTA — Wacana pemerintah menerapkan kebijakan work from home (WFH) untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menuai sorotan kritis. Di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan minyak akibat konflik di Timur Tengah, langkah ini dinilai belum menyentuh akar persoalan dan berpotensi menjadi kebijakan simbolik semata.

Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin, mengingatkan pemerintah agar tidak gegabah dalam merumuskan kebijakan tersebut. Ia menegaskan bahwa skema WFH harus disusun secara matang, mulai dari jumlah hari, pilihan hari, hingga daerah yang akan menerapkannya.

Baca Juga : Adaptasi Pola Kerja Berbasis Hasil, Pemkab Pasaman Terapkan WFH

“Semua itu harus dikalkulasi secara presisi agar tujuan efisiensi BBM tercapai tanpa mengorbankan pelayanan publik,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Baca Juga : Sekda Sumsel: 4.645 Kendaraan Dinas Tidak Beroperasi Selama Pemberlakuan WFH ASN

Khozin menilai pemerintah tidak bisa menyamakan kondisi saat ini dengan masa pandemi. Menurutnya, penerapan WFH pada era Covid-19 terjadi dalam situasi pembatasan sosial yang ketat, sementara saat ini mobilitas masyarakat sudah kembali normal.

Artinya, tanpa desain kebijakan yang tepat, WFH berisiko tidak efektif dalam menekan konsumsi BBM. Bahkan, ia memperingatkan potensi efek sebaliknya jika kebijakan tersebut tidak dirancang dengan cermat.

Baca Juga : Sentimen Bisnis UKM Jepang Anjlok ke Titik Terendah Sejak 2022 Akibat Krisis Energi

Salah satu yang disorot adalah wacana penerapan WFH pada hari Jumat. Khozin menilai opsi tersebut justru berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat menjelang akhir pekan.

Baca Juga : Ketergantungan Impor Minyak Tinggi, DPR Desak Mitigasi Krisis Energi AS-Iran

“WFH di hari Jumat bisa berubah menjadi long weekend. Ini justru bisa mendorong lonjakan perjalanan dan konsumsi BBM,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengklaim bahwa kebijakan WFH dapat menghemat hingga seperlima konsumsi BBM harian.  

Baca Juga : Bahlil Soroti Perkembangan BBM Global, Tegaskan Pentingnya Antisipasi Dalam Negeri

(LS/Nusantararterkini.co)

Baca Juga : DPR Desak Perbaikan Transportasi Umum Usai Kenaikan BBM Non-Subsidi