Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

KSAD Maruli Murka: Baut Jembatan Bailey Dicopot, Diduga Ada Sabotase Pemulihan di Sumatera

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. (Foto: kompas).

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap adanya dugaan tindakan sabotase dalam proses pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera.

Maruli, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Pembangunan Jembatan, menjelaskan bahwa upaya perbaikan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menghadapi tantangan besar, mulai dari kerusakan akses jalan hingga dugaan tindakan disengaja oleh pihak tertentu.

“Perbaikan jembatan ini tidak sederhana. Setelah menerima laporan, kami survei dulu lokasi yang paling prioritas, lalu menentukan material yang harus dikirim dari Jakarta. Begitu masuk pelabuhan, masih terkendala jalan rusak, bahkan ada yang sampai seminggu di perjalanan,” ujar Maruli dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).

Baca Juga : Perkosa Cucu, Kakek 80 Tahun di Buleleng Divonis 13 Tahun Penjara

Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menko PMK Pratikno, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Mendagri Tito Karnavian, hingga perwakilan BNPB.

44 Jembatan Bailey Disiapkan

Dalam pemaparan tersebut, Maruli menyebut TNI AD menyiapkan pembangunan total 44 jembatan bailey untuk mendukung konektivitas wilayah terdampak bencana. Hingga kini, 12 jembatan telah selesai dibangun, sementara sisanya masih dalam tahap pengiriman dan pemasangan.

Baca Juga : Mulai Tahun Ini, KUA Akan Jadi Tempat Pencatatan Pernikahan Semua Agama

“Sebanyak 15 jembatan masih dalam perjalanan, enam sedang dipasang, dan sisanya kami koordinasikan lewat Kementerian Pertahanan. Bahkan kami upayakan tambahan hingga 100 unit,” kata Maruli.

Dugaan Sabotase Targetkan Pemerintah

Namun, Maruli mengaku geram setelah menerima laporan adanya baut jembatan bailey yang sengaja dibongkar oleh orang tak bertanggung jawab. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan biadab karena dilakukan di tengah kondisi masyarakat yang sedang tertimpa bencana.

Baca Juga : Usai Sowan ke SBY, Prabowo Disambut Ratusan Warga Pacitan

“Dalam situasi seperti ini seharusnya semua pihak kompak. Tapi ada upaya sabotase, baut-baut jembatan bailey dibongkar. Kami benar-benar tidak menyangka ada orang sebiadab ini,” tegas Maruli.

Ia bahkan menunjukkan dokumentasi foto baut jembatan yang dilepas, dan menduga tindakan tersebut memiliki muatan politis serta berpotensi menghambat kerja pemerintah dalam penanganan bencana.

“Dalam kondisi seperti ini, ada kelompok yang arahnya jelas ingin menyasar pemerintah. Padahal yang dikorbankan adalah masyarakat yang sedang mengalami bencana,” ujarnya.

Baca Juga : Dibanding Isu Pajak Hiburan, Luhut Tertarik dengan Suara Sumbang Pemilu 2024

Maruli mengaku peristiwa itu sangat mengusiknya hingga membuatnya sulit tidur. Ia pun mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi bencana untuk kepentingan tertentu.

“Ini bukan pengkondisian, ini bukti nyata perbuatan biadab. Jangan sampai masyarakat yang sudah jadi korban, harus kehilangan nyawa lagi karena ulah seperti ini,” pungkasnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : I-EU CEPA Segera Diratifikasi, Legislator: Peluang Meningkatkan Ekspor Produk Perikanan ke Eropa