Nusantaraterkini.co, MEDAN - Penyakit ginjal tidak hanya berdampak pada fungsi penyaringan darah, tetapi juga dapat terlihat dari perubahan fisik, salah satunya pada kuku.
Kuku orang dengan gangguan ginjal kerap mengalami perubahan warna, tekstur, hingga kekuatan, yang berkaitan dengan terganggunya sirkulasi darah, keseimbangan cairan, serta penumpukan zat sisa dalam tubuh.
Selama ini, gejala penyakit ginjal sering dikaitkan dengan pembengkakan tubuh, mudah lelah, atau perubahan frekuensi buang air kecil. Namun, kondisi kuku juga dapat menjadi sinyal awal yang sering luput dari perhatian. Dengan mengenali perubahan kuku sejak dini, risiko penyakit ginjal dapat diwaspadai lebih cepat.
Baca Juga : Kenali Manfaat Kopi untuk Kesehatan dan Tips Aman Cara Meminumnya
Ciri dan Penyebab Perubahan Kuku pada Penderita Penyakit Ginjal
Berikut sejumlah perubahan kuku yang kerap ditemukan pada orang dengan gangguan ginjal, beserta penyebabnya:
1. Kuku dua warna (Lindsay’s nails)
Salah satu tanda khas adalah kuku dengan dua warna berbeda, yaitu bagian pangkal tampak putih, sedangkan ujungnya berwarna merah muda, kemerahan, atau kecoklatan. Kondisi ini banyak ditemukan pada penderita penyakit ginjal kronis dan diduga berkaitan dengan perubahan aliran darah serta penumpukan zat sisa metabolisme di jaringan kuku.
2. Kuku tampak pucat
Kuku yang terlihat pucat atau hampir seluruhnya putih sering berkaitan dengan anemia. Pada gangguan ginjal kronis, produksi hormon eritropoietin menurun, sehingga pembentukan sel darah merah terganggu dan memengaruhi warna kuku.
Baca Juga : Sertijab Direktur, RS Haji Komitmen Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam
3. Muncul garis gelap pada kuku
Garis vertikal berwarna cokelat hingga hitam, yang dikenal sebagai melanonychia, dapat muncul pada kuku penderita gangguan ginjal. Kondisi ini bisa dipicu oleh perubahan metabolisme, pengaruh obat-obatan, atau gangguan hormon. Meski begitu, tidak semua kasus melanonychia berkaitan langsung dengan penyakit ginjal.
4. Kuku rapuh dan mudah rusak
Baca Juga : Pemko Binjai Resmikan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Ulang Tahun
Kuku yang mudah patah, mengelupas, atau terasa kering dapat menandakan ketidakseimbangan nutrisi dan mineral. Penurunan fungsi ginjal memengaruhi kadar protein, kalsium, serta vitamin tertentu, sehingga pertumbuhan kuku menjadi tidak optimal.
5. Kuku menebal atau berubah bentuk
Pada sebagian penderita, kuku dapat terlihat menebal, tidak rata, atau justru cekung. Perubahan ini berkaitan dengan gangguan metabolisme dan penumpukan zat sisa dalam tubuh akibat menurunnya fungsi ginjal.
Baca Juga : Komisi IX DPR Minta Pemerintah Kerahkan Potensi Sumber Daya Tangani Darurat DBD
Waspadai Gejala Lain yang Menyertai
Perubahan kuku sebaiknya tidak diabaikan, terutama bila disertai keluhan lain seperti tubuh mudah lelah, pembengkakan di kaki atau wajah, serta perubahan warna atau jumlah urine. Meski bukan satu-satunya indikator, kondisi kuku dapat menjadi petunjuk tambahan untuk mendeteksi masalah ginjal lebih dini.
Jika sahabat nuter menemukan perubahan mencurigakan pada kuku, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga : Masalah Stok Obat, Ini Penjelasan Direktur RSU Haji Medan
(Dra/nusantaraterkini.co).
