Nusantaraterkini.co, MEDAN – Sektor pariwisata Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan performa yang sangat menggembirakan sepanjang tahun 2025. Hal ini ditandai dengan lonjakan signifikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui pintu Bandara Internasional Kualanamu.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis dalam Berita Resmi Statistik, Kamis (8/1/2026), jumlah kunjungan wisman ke Sumatera Utara secara kumulatif dari Januari hingga November 2025 mencapai angka 266.231 kunjungan. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang sangat kuat sebesar 17,86 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, di mana saat itu jumlah kunjungan tercatat sebanyak 225.896 orang.
Baca Juga : Kunjungan Wisman ke Sumatera Utara Capai 268.939 Sepanjang Januari-November 2025
Akselerasi ini menjadi sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi daerah, mengingat sektor pariwisata memiliki efek pengganda yang besar bagi UMKM dan jasa transportasi di wilayah Sumatera Utara.
Jika menilik perbandingan secara nasional, capaian Sumatera Utara ini tergolong istimewa karena berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan total kunjungan wisman ke Indonesia. Secara nasional, pertumbuhan kumulatif wisman pada periode Januari-November 2025 tercatat sebesar 10,44 persen. Dengan pertumbuhan mencapai 17,86 persen, Sumatera Utara membuktikan diri sebagai salah satu motor penggerak utama pariwisata di luar Pulau Jawa yang mampu tumbuh lebih cepat daripada rata-rata nasional.
Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik wisata Sumut, mulai dari wisata alam Danau Toba hingga wisata kuliner dan budaya, semakin mendapatkan pengakuan luas di mata dunia internasional melalui akses pintu masuk Kualanamu.
Perbandingan yang lebih mendalam menunjukkan bahwa laju pertumbuhan Sumatera Utara bahkan berhasil mengungguli destinasi wisata utama Indonesia lainnya, termasuk Bali. Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali, yang selama ini menjadi barometer pariwisata nasional, mencatatkan pertumbuhan kumulatif sebesar 10,22 persen pada periode yang sama. Meskipun secara volume jumlah kunjungan ke Bali masih jauh lebih besar, namun dari sisi kecepatan pertumbuhan tahunan, Sumatera Utara menunjukkan dinamika yang lebih agresif.
Fenomena serupa juga terlihat jika dibandingkan dengan pintu masuk utama lainnya seperti Bandara Soekarno-Hatta yang tumbuh 9,20 persen, serta Bandara Juanda di Jawa Timur yang pertumbuhannya hanya berada di angka 0,71 persen secara kumulatif.
Melihat performa bulanan secara spesifik, pada bulan November 2025 sendiri, Bandara Kualanamu mencatat sebanyak 20.826 kunjungan wisman. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya (November 2024) yang berjumlah 19.145 kunjungan, terdapat kenaikan sebesar 8,78 persen.
Meskipun angka November 2025 ini mengalami penurunan sebesar 15,41 persen jika dibandingkan dengan capaian bulan Oktober 2025 yang mencapai 24.621 kunjungan, tren penurunan bulanan ini merupakan pola musiman yang juga dialami oleh hampir seluruh pintu masuk utama di Indonesia. Sebagai contoh, Bandara Ngurah Rai Bali juga mengalami penurunan bulanan sebesar 19,89 persen pada November 2025 dibandingkan Oktober 2025.
Jika dibandingkan dengan pintu masuk udara lainnya di Sumatera, Kualanamu tetap menjadi pemimpin volume kunjungan dibandingkan Minangkabau di Sumatera Barat yang mencatat 82.940 kunjungan, maupun Sultan Syarif Kasim II di Riau dengan 33.383 kunjungan selama periode Januari hingga November 2025.
Baca Juga : Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 1,33 Juta Selama Oktober 2025
Dengan tren positif yang terus terjaga, Sumatera Utara memiliki modal kuat untuk terus memperkecil kesenjangan pariwisata dengan wilayah Jawa dan Bali. Pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat terus menjaga momentum ini agar pertumbuhan wisman di Sumut tidak hanya unggul dalam persentase, tetapi juga mampu memberikan dampak kesejahteraan yang merata bagi masyarakat di sekitar destinasi wisata unggulan.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
