Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan di tengah pekan ini. Rabu (11/12/2024) kurs rupiah melemah lagi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di Rp 15.896 per dolar AS.
Diperdagangan pukul 9.19 WIB pergerakan kurs rupiah spot melemah 0,16% ketimbang penutupan perdagangan kemarin di Rp 15.871 per dolar AS.
BACA: IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,45% ke Level 7.487 di Awal Perdagangan Rabu (11/12/2024)
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Tertahan di Rp17.321, Pasar Global Waspadai Eskalasi Konflik AS-Iran
"Sebagian besar investor global tampaknya menjual investasi menguntungkan mereka di pasar negara berkembang seperti Indonesia, karena kekhawatiran ekonomi global masih ada," kata Myrdal Gunarto, analis Maybank Indonesia di Jakarta seperti dikutip Bloomberg.
Sementara, di pasar Asia, peso Filipina memimpin pelemahan sebesar 0,26% terhadap dolar AS. Pelemahan peso diikuti berturut-turut oleh rupiah, dolar Taiwan, dan dolar Hong Kong.
BACA: IHSG Turun Tipis 0,10% ke Level 7.430 di Awal Perdagangan Selasa (10/12/2024)
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Tertahan di Rp17.300-an, Lonjakan Harga Minyak Dunia Tekan Pasar Valas
Sedangkan, baht Thailand menguat 0,30% terhadap dolar AS. Penguatan diikuti oleh yen Jepang, won Korea, dolar Singapura, yuan China, dan ringgit Malaysia.
Di sisi lain, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia pagi ini melemah tipis ke 106,31 dari penutupan perdagangan kemarin di 106,4.
Berdasarkan Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 15.871 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,02% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 15.867 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat ke Rp 17.383/USD, BI Genjot Intervensi dan Kendalikan Permintaan Dolar
BACA: Kurs Rupiah Menguat Tipis 0,01% Setelah Kemarin Bertekuk Lutut Menghadapi Dolar AS
Pergerakan rupiah cenderung datar dan ditutup melemah terbatas pada akhir perdagangan Selasa (10/12).
Sedangkan rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia melemah tipis 0,08% ke level Rp 15.874 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (10/12).
Baca Juga : Sempat jadi Primadona, Pasar Petisah Kini Berubah Sepi
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengamati pergerakan rupiah tidak banyak perubahan pada Selasa (10/12) karena dipengaruhi oleh sikap investor.
"Investor menunggu keputusan berbagai bank sentral global pada pekan ini, serta data inflasi AS besok malam," kata Josua kepada KONTAN, Selasa (10/12).
Analis Mata Uang dan Komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, harapan stimulus fiskal dan moneter China mendukung mata uang garuda tidak jatuh terlalu dalam. Sementara data ekonomi yang dirilis tadi pagi mengecewakan sehingga menekan rupiah.
Baca Juga : Siasat Bertahan di Tengah Inflasi, Kuliner Murah jadi Oase bagi Mahasiswa dan Pekerja di Medan
"Penjualan ritel Indonesia dan data perdagangan China keduanya lebih lemah dari harapan pasar," kata Lukman.
Lukman memperkirakan pada Rabu (11/12) rupiah akan bergerak datar dan berkonsolidasi, sebab investor cenderung wait and see menantikan data inflasi AS yang akan dirilis malam harinya.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.825 sampai Rp 15.925 per dolar AS pada Rabu (11/12).
Sementara Josua memperkirakan rupiah masih akan bergerak sideways di kisaran Rp 15.800 - Rp 15.900 per dolar AS pada Rabu (11/12), sejalan dengan perkiraan minimnya sentimen penggerak dolar AS.
