NUSANTARATERKINI.CO, BALIGE - Lomba balapan perahu menjadi mewarnai jelang event Aquabike Jetski World Championship 2023, Kabupaten Toba.
Lomba ini disebut Marsolu Marsadasada dan Marduadua.
Tepat berasa di kawasan Lumban Silintong, puluhan peserta hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Baca Juga : Ranking Futsal Dunia Terbaru: Brasil Tetap Nomor Satu, Jepang Masuk Elite Putri
Kadisdik Toba Rikardo Hutajulu menjelaskan, kegiatan tersebut adalah bagian dari event internasional yang kini diselenggarakan di 4 kabupaten kawasan Danau Toba.
Sekaligus, kegiatan tersebut juga bagian dari kegiatan Hari Olahraga Nasional.
"Dalam rangka event Aquabike Jetski World Championship 2023 dan sekaligus Hari Olahraga Nasional, kita selenggarakan kegiatan Marsolu Marsadasada dan Marduadua. Peserta Marsolu Marsadasada ada sebanyak 77 peserta dan 21 peserta untuk Marsolu Marduadua," ujar Kadisdik Toba Rikardo Hutajulu, Kamis (23/11/2023).
Baca Juga : Nasib Iran di Piala Dunia 2026, Benarkah Akan Digantikan Italia?
"Ini akan kita kembangkan melalui disdik. Selain Toba, kita juga mendatangkan peserta dari Simalungun dan ini bentuk kerja sama kita," lanjutnya.
Kegiatan ini diperkirakan selesai hari ini. Selain Kabupaten Toba, Kabupaten Simalungun juga menjadi peserta.
"Direncakan, kegiatan ini harus selesai hari ini karena masih ada acara kita yang lain dalam event ini," ungkapnya.
Baca Juga : PPP Medan Tolak Muswil Sumut di Balige, Abdul Rani Sebut Abal-abal dan Inkonstitusional
Selanjutnya, ia mengutarakan soal kegiatan sekolah pada Sabtu (25/11/2023).
Ia meminta agar seluruh pelajar di Toba turut serta menyaksikan event bertaraf internasional sekaligus mengamatinya.
Ia juga menyampaikan, pembelajaran penugasan tersebut adalah bagian pengembangan literasi.
Baca Juga : Kawal Program MBG, Kepala BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG Balige
Pasalnya, event tersebut adalah bagian dari sejarah Kabupaten Toba yang dihunjuk sebagai lokasi event.
"Anak sekolah kita tugaskan untuk pembelajaran penugasan. Dalam hal ini, mereka akan melihat apa yang terjadi pada saat event tersebut. Ini juga bagian dari pengembangan literasi bagi pelajar kita," tuturnya.
"Mereka langsung hadir di sini, tak perlu lagi ke sekolah dulu. Mereka juga akan mengaku kesulitan hadir ke sekolah karena ada rekayasa lalu lintas," sambungnya.
Baca Juga : KAI Sumut Sediakan 36 Ribu Tempat Duduk untuk Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih
Setelah event selesai, para pelajar akan diminta menjelaskan apa yang mereka amati selama event.
"Ini telah kita buat surat edaran untuk masing-masing sekolah. Anak-anak, kita minta untuk mengamati apa yang terjadi saat event," pungkasnya.
(*)
Baca Juga : Hadiri Pembukaan Sinode ke-65 HKI, Bobby Berharap Kontribusi untuk Pemulihan Bencana
