Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mahmoud Abbas: Negara Palestina Merdeka Adalah Kenyataan yang Tak Terelakkan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyampaikan pidato melalui tautan video dalam Debat Umum Sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations General Assembly (UNGA) di Markas Besar PBB di New York City pada 25 September 2025. (Foto: Xinhua/Li Rui)

Nusantaraterkini.co, RAMALLAH - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, pendirian negara Palestina yang merdeka adalah kenyataan yang tidak terelakkan.

"Rakyat Palestina melangkah dengan mantap menuju kebebasan dan kemerdekaan," katanya pada Rabu (31/12/2025).

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita Palestina, WAFA, Abbas menekankan terwujudnya negara Palestina yang berdaulat penuh dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, bersama dengan pemulangan para pengungsi yang sesuai dengan resolusi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab.

Baca Juga : Hamas Konfirmasi Kematian Abu Ubaida dan Sejumlah Komandan dalam Perang Gaza

"Rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat dengan gigih menghadapi perang genosida dan pembersihan etnis paling brutal dalam sejarah modern", sebutnya sembari menuduh Israel mengabaikan hukum internasional, legitimasi internasional, dan perjanjian gencatan senjata.

Abbas menekankan rakyat Palestina tidak akan menyerah, tidak akan meninggalkan tanah air mereka, atau menerima aneksasi dan rencana pemindahan.

Baca Juga : Israel Tembak Mati Dua Warga Palestina di Tepi Barat, Remaja 16 Tahun Jadi Korban

Dia juga menyerukan persatuan nasional dan mendesak rakyat Palestina untuk bersatu di bawah Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization/PLO) sebagai satu-satunya perwakilan sah rakyat Palestina.

"Tidak akan ada negara Palestina di Gaza saja, dan tidak akan ada negara Palestina tanpa Gaza," ujarnya.

"Gaza akan kembali ke pangkuan legitimasi nasional dan dibangun kembali sebagai bagian utama dari proyek nasional Palestina," tambahnya.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua