Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Masa Tanggap Darurat Banjir Bali Berakhir, 18 Korban Jiwa dan 4 Orang Masih Hilang

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah warga membersihkan puing-puing pascabanjir di Denpasar, Bali, Jumat (12/9/2025). (Foto: Sonny Tumbelaka/AFP)

nusantaraterkini.co, BALIStatus tanggap darurat banjir di Bali resmi dicabut pada Rabu (17/9/2025), setelah sepekan diberlakukan sejak banjir besar melanda sejumlah wilayah di Pulau Dewata.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi lapangan bersama tim penanggulangan bencana. Situasi di sebagian besar lokasi terdampak dinilai mulai kondusif, meski proses pemulihan masih terus berjalan.

“Status tanggap darurat tidak diperpanjang, namun pelayanan kebutuhan dasar bagi warga terdampak tetap dilanjutkan, termasuk perbaikan rumah, fasilitas umum, hingga infrastruktur yang rusak,” jelas Agung Teja, Kamis (18/9/2025).

Baca Juga : Galian Tanah Urug CV Napogos Berkarya Jaya, Merupakan Zona Aman Bencana di Tapteng 

Fokus Pemulihan

Pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota kini mengalihkan fokus pada fase rehabilitasi. Prioritas diarahkan pada:

Bantuan bagi pedagang pasar yang kehilangan mata pencaharian,

Baca Juga : Bagindo Togar: Tertibkan TPS Liar di Tanah Kosong Sebelum Terapkan Denda Sampah ke Masyarakat

Perbaikan rumah warga,

Perbaikan sarana publik serta infrastruktur vital yang terdampak.

Meski kondisi sudah lebih terkendali, Agung Teja tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. “Potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi sewaktu-waktu. Tetap waspada terhadap ancaman di lingkungan sekitar, dan segera laporkan bila ada kondisi darurat,” ujarnya.

Baca Juga : Bali dan Banten Tetap Jadi Primadona, Pintu Masuk Udara Dominasi Kunjungan Wisman Februari 2026 ​

Data Terkini Dampak Banjir Bali

Hingga akhir masa tanggap darurat, catatan kerusakan dan korban akibat banjir meliputi:

1. Banjir di 521 titik

Baca Juga : Kemacetan 50 Km di Jalur Denpasar–Gilimanuk, DPR Soroti Kesiapan Pemerintah Hadapi Lonjakan Mudik

Karangasem: 279 titik

Denpasar: 81 titik

Jembrana: 63 titik

Baca Juga : Percepat Konektivitas Warga: Hutama Karya Rampungkan Jembatan Sementara Aih Bobo, Akses Gayo Lues Kembali Tersambung

Badung: 56 titik

Tabanan: 28 titik

Gianyar: 14 titik

Baca Juga : Tanah Bergerak di Tegal: 1.686 Warga Mengungsi dan Puluhan Bangunan Roboh

2. Tanah longsor di 95 titik

Tabanan: 44 titik

Karangasem: 27 titik

Badung: 13 titik

Gianyar: 5 titik

Jembrana: 3 titik

Klungkung: 2 titik

Bangli: 1 titik

3. Pohon tumbang di 51 titik

Tabanan: 17 titik

Karangasem: 15 titik

Badung: 7 titik

Klungkung: 5 titik

Bangli: 4 titik

Gianyar: 2 titik

Jembrana: 1 titik

4. Jembatan rusak/putus di 4 titik (Karangasem 2, Gianyar 1, Badung 1)

5. Jalan rusak/jebol di 7 titik (Badung 3, Bangli 2, Karangasem 2)

6. Kerusakan bangunan, saluran irigasi, senderan, dan ruas jalan di 87 titik

Badung: 57 titik

Karangasem: 22 titik

Bangli: 4 titik

Gianyar: 3 titik

Denpasar: 1 titik

7. Korban jiwa: 18 orang meninggal dunia

Orang hilang: 4 orang masih dalam pencarian

Pengungsi: 22 orang masih bertahan di Posko Cokroaminoto, Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar.

(Dra/nusantaraterkini.co).