Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Masih Evaluasi Kesiapan Petugas dan Rekayasa Lalu Lintas, CFD Palembang Batal Launching 18 April

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa saat diwawancarai usai rapat evaluasi uji coba CFD dan CFN di Rumah Dinas Wali Kota Palembang pada, Senin (13/4/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang melaksanakan rapat evaluasi uji Coba Car Free Night (CFN) Atmo dan Car Free Day (CFD) di Rumah Dinas Wali Kota Palembang pada, Senin (13/4/2026). Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menyebut jika untuk kegiatan CFD sementara ini batal diluncurkan pada 18 April 2026.

Menurutnya, kegiatan CFD yang berlangsung di Sudirman Cinde - Jembatan Ampera - Fly Over Jakabaring masih akan dilakukan uji coba dengan sejumlah evaluasi. Evaluasi dimaksud terkait pengamanan, rekayasa lalu lintas, serta kesiapan jalur alternatif.

Baca Juga : Pemko Palembang Uji Coba Car Free Night Atmo, Matangkan Kesiapan Sebelum Launching

“Kaitan dengan Car Free Day, tetap kita akan uji coba lagi ke depan. Tadi sudah dapat gambaran, baik dari Polda maupun dari Polrestabes, dan juga dari Perhubungan. Khususnya dari petugas perhubungan kita sudah melihat kurangnya penebalan terhadap para petugas. Makanya kita minta dari perhubungan penambahan lagi petugas, termasuk dari unsur Polri juga akan ada penambahan, agar benar-benar nyaman, aman, tertib terhadap aktivitas di sana,” ujar Dewa saat diwawancarai usai rapat.

Baca Juga : Hormati Perayaan Paskah, Uji Coba Car Free Night Palembang Diundur jadi 11 April

Keputusan tersebut diambil Pemerintah Kota Palembang setelah melakukan evaluasi pelaksanaan dan menerima masukan dari kepolisian serta instansi terkait.

“Tetapi tidak hanya itu, kami minta ada kajian secara komprehensif. Baik penempatan petugas di simpang Jembatan Musi IV dan simpang jembatan Musi VI, nanti benar-benar ada kajiannya, beberapa opsi yang kita siapkan,” ujar Ratu Dewa.

Baca Juga : Uji Coba CFD dan CFN 4-5 April, Jembatan Ampera Tutup Total Selama 3,5 Jam

Ia menjelaskan pengaturan durasi dan lokasi penutupan jalan masih dalam kajian, termasuk kemungkinan penutupan Jembatan Ampera secara berkala dan penggunaan ruas jalan alternatif lainnya.

“Apakah nanti bisa jadi durasi waktunya, umpamanya dalam satu bulan cukup satu kali atau dua kali penutupan Jembatan Ampera. Nanti selanjutnya ada ruas jalan yang diperlukan. Jadi pendek-pendek, maunya dari Air Mancur, Kambang Iwak, beberapa opsi itu tadi sudah ada pengayaan dari materi rapat. Dan saya sudah minta tim khusus nanti, yakni dengan melibatkan stakeholder terkait lintas instansi vertikal, baru kita putuskan. Artinya minggu depan masih tetap kita ada kemungkinan coba dengan beberapa catatan penting tadi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pelaksanaan CFD di Jalan Sudirman yang viral karena fokus petugas di titik utama. Sementara jalur alternatif dinilai kurang pengawasan, terutama di kawasan Musi VI dan Musi IV.

“Untuk CFD masih uji coba dulu. Tetapi kalau Car Free Night tetap sudah harus jalan, kita tinggal menunggu waktu yang pas untuk launching,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Finan Sukma Radipta mengatakan, efektivitas arus lalu lintas saat uji coba cukup baik, namun masih perlu pembenahan beberapa opsi lain.

“Efektivitas arus lalu lintas cukup baik, tinggal kantong parkir, jukir harus pakai uniform resmi. Jangan sampai naikkan tarif, jalan alternatif jadi atensi, kejelasan rambu jalan, sentimen dari warga terdampak macet atau tidak tahu ada penutupan, maka ini perlu edukasi dan sosialisasi lagi,” katanya.

Selain itu, ada tujuh catatan uji coba CFD, di antaranya fokus pengamanan di Simpang Empat Flyover Jakabaring karena berpotensi terjadi kepadatan di wilayah ulu.

Ia menambahkan, minimnya sosialisasi, pemasangan banner titik penutupan arus, serta kebutuhan penambahan petugas di titik rawan kemacetan juga perlu dimatangkan.

“Woro-woro sebelum penutupan dan pembukaan, tingginya aktivitas dari ulu ke ilir, keterbatasan jalur alternatif Musi IV dan Musi VI serta kebutuhan penambahan petugas di titik rawan kemacetan. Kita perlu melakukan penambahan petugas di titik crowded, sehingga dapat diantisipasi kemacetan,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)