Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Megawati Singgung soal Rebutan Kursi Menteri, Gerindra: Normatif dan Tak Tendesius

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Habiburokhman. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Partai Gerindra menghormati kala Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung kursi menteri kini menjadi rebutan banyak pihak. 

Partai Gerindra menilai pernyataan Megawati itu adalah hal yang normatif dan tidak tendensius.

Baca Juga : Reshuffle Semakin Dekat, Parpol Besar Gerak Cepat Amankan Kursi Kabinet

"Itu pernyataan normatif dan tidak tendensius. Pernyataan tersebut tidak ada muatan negatif sama sekali. Kami menghormati Ibu Megawati dan pernyataan beliau adalah nasehat untuk bangsa," kata Waketum Gerindra Habiburokhman, Sabtu (25/5/2024).

Baca Juga : Pakar: Jangan Ada Lagi Pelaksanaan Pilkada Berdekatan dengan Pilpres

Megawati dinilai Habiburokhman memahami dinamika dalam pembentukan kabinet. Terlebih, menurutnya, Megawati pernah menjadi presiden.

"Ibu Mega punya pengalaman menjadi Presiden. Beliau tentu paham situasi di awal pemerintahan yang baru terbentuk ada dinamika soal penunjukan menteri," ujarnya.

Baca Juga : 18 Tahun Gerindra, Erwin Efendi Lubis Pimpin Aksi Bersih Lingkungan dan Bagi Sembako di Madina

Habiburokhman menilai hal yang wajar jika banyak pihak ingin jadi menteri. Meski begitu, keinginan itu harus tetap ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Baca Juga : HUT ke-18 Partai Gerindra, Sekjen Sugiono Serukan Konsolidasi dan Aksi Nyata

Hal yang wajar jika banyak orang mau jadi menteri, tinggal kita luruskan niatnya saja, jangan sampai hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Jadi menteri harus dengan semangat mengabdi dan melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara," ucapnya.

Sebelumnya,  Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung kursi menteri jadi rebutan. Megawati menyebut ada kepentingan dari satu pihak ke pihak lain terkait hal ini.

Baca Juga : Megawati: Hari Kartini Momentum Bangkitkan Semangat Perjuangan Perempuan

"Sembilan tahun telah dilalui dengan berbagai dinamika politik, begitu banyak tarik menarik kepentingan terjadi. Bahkan jabatan menteri pun, yang ibu dengar nih, sekarang ini sudah mulai woah... pada rebutan deh," ujarnya dalam pidato politik.

Baca Juga : Pertemuan Dua Jam Prabowo-Megawati Bahas Estafet Kepemimpinan hingga Geopolitik ​

(cw1/nusantaraterkini.co)