Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Membandel, Pengungsi WNA Kembali Gelar Tikar di Depan UNHCR, Jaksel

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pengungsi suaka kembali mengungsi di depan kantor UNHCR Indonesia, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

nusantaraterkini.co, JAKSEL - Para WNA pencari suaka kembali mendirikan tendanya di depan Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (United Nations High Commissioner for Refugees/UNHCR), Setiabudi, Jakarta Selatan pada Minggu (4/8/2024). 

Padahal mereka sempat ditertibkan Pemkot Jakarta Selatan. Namun, massa tetap membandel dan kembali melakukan aksinya.

Pantauan di lokasi, para pengungsi tak lagi mendirikan tenda seperti sebelumnya. Mereka menggunakan terpal dan tikar sebagai tempat duduk di trotoar. Mereka juga membawa galon isi ulang dan termos.

Baca Juga : Malam Tahun Baru 2026, Kota Tua Jakarta Dipadati 34.976 Pengunjung

Sementara pos penjagaan yang digunakan polisi dan Satpol PP di lokasi kini juga tak ada.

Di lokasi juga banyak spanduk yang dipasang para WNA. Spanduk itu bertuliskan tuntutan mereka kepada UNHCR Indonesia.

"Kami ingin menyampaikan kepada pemerintah Indonesia dan rakyatnya bahwa UNHCR telah menghentikan bantuan keuangan yang diberikan kepada pengungsi," demikian salah satu tulisan di spanduk.

Baca Juga : Pamit ke Kamar Mandi, Anggota KPPS di Kendal Tewas Diduga Bunuh Diri

Sebelumnya, tepatnya pada Selasa (2/7(2024), Pemkot Jakarta Selatan menertibkan para pengungsi. "Kami laksanakan kegiatan ini dengan menampung mereka di rumah detensi yang ada di Direktorat Jenderal imigrasi," kata Camat Setiabudi Iswahyudi dikutip kumparan, Minggu (4/8/2024).

Iswahyudi menegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memanusiakan manusia. Dalam artian Pemerintah sangat memperhatikan warga negara asing (WNA) yang sudah beberapa waktu mendirikan tenda di kawasan Kuningan tersebut untuk menuntut hak suaka.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Warga Malang Diancam "Carok" oleh Juru Parkir Liar