Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mendadak Muncul Petisi, Foto Mirip Wajah Dirut PLN Disilang Merah Viral

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tangkapan layar petisi selamatkan PLN. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kendati Menteri BUMN Erick Thohir telah memperpanjang SK Darmawan Prasodjo sebagai Dirut PLN, namun diduga masih ada dari kalangan internal PLN yang merasa tidak senang dengan keputusan tersebut.

Diketahui, setelah kasus surat kaleng yang beredar via email mereda, disusul dengan pencopotan sejumlah pejabat yang terindikasi tidak loyal serta perekrutan pegawai pro hire yang diduga sarat KKN, kini serangan mengarah ke pria yang akrab disapa Darmo itu kembali muncul.

Baca Juga : Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tetap hingga 26 April 2026, Ini Rinciannya!

Kali serangan tersebut dilakukan lewat petisi yang dibagikan melalui link website https://chng.it/NrTTpV54Hn. Dilihat dari laman yang tercantum, terpampang jelas foto seorang pria mirip Dirut PLN bersilangkan merah di bagian wajahnya dengan judul 'Selamatkan PLN, Copot DP Sebagai Dirut PLN'.

Baca Juga : Wakil Bupati Simalungun Turun Langsung Tanggapi Aduan Warga di Media Sosial

Di dalam link itu juga, uploder mengajak seluruh pegawai PLN ikut andil menyuarakan keresahan mereka lewat penandatanganan petisi. Tercantum pula petisi itu dimulai oleh seseorang bernama Taufik Agam yang belum diketahui siapa orangnya.

Selain itu di dalamnya juga dimuat kata pengantar dan ada 10 butir tuntutan yang disuarakan, di antaranya terkait dengan penggunaan dana CSR, pembentukan SubHolding, program relokasi pembangkit hingga soal arogansi dalam memimpin.

Baca Juga : Usai Viral, TPS RSUD Panyabungan Kini Bersih dan Bebas Sampah

Selain itu dalam petisi, juga dinarasikan jika petisi ini untuk membantu agar PLN lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Indonesia. 

Baca Juga : Viral Toko Sparepart 2 Kali Dibobol Maling Dalam Sepekan, Polisi Belum Mampu Ciptakan Rasa Aman!

Sementara itu, rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan meluncurkan Badan Pengelola Investasi BPI Daya Anagata Nusantara (Danantara), dikabarkan mulai membuat Darmo kasak-kusuk.

Isu yang beredar, bahwa Darmo ingin mempertahankan jabatan yang baru diperolehnya untuk periode kedua, sekaligus bisa mendekatkan diri ke para petinggi BPI Danantara sehingga dia bisa diikutsertakan di dalam manajemen. Namun informasi itu belum bisa divalidasi 

Baca Juga : Lawan Perusakan Hutan Batang Toru, Ribuan Orang di Dunia Tandatangani Petisi

Seperti diketahui, BPI Danantara sendiri dipimpin oleh Muliaman Hadad selaku Kepala dan Kaharuddin Djenod sebagai Wakil Kepala.

Baca Juga : LPOI dan Para Ulama Buat Petisi Demokrasi dan Keadilan Sosial

Mulanya, Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan Danantara pada Kamis 7 November 2024 di Kantor Danantara, Jalan RP Soeroso, Jakarta Pusat. Namun rencana itu tertunda karena Prabowo melakukan lawatan selama lebih dari dua pekan ke luar negeri. Di samping itu, aturan yang diperlukan belum siap.

Menteri BUMN Erick Thohir mengklaim mendukung dibentuknya badan baru super holding BUMN bernama Danantara itu. 

“Tinggal bagaimana masing-masing pihak duduk melakukan kajian lebih dalam supaya sinergitasnya seperti apa, gitu,” katanya pada awal November 2024 lalu.

Berdasarkan dokumen profil BPI Danantara yang diperoleh, badan ini akan berfungsi sebagai superholding bagi tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu Bank Mandiri, BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom Indonesia, MIND ID, dan Indonesia Investment Authority (INA).

(Akb/Nusantaraterkini.co)