Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mengenal Donor Darah Apheresis, Begini Syarat, Ketentuan dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist

NUSANTARATERKINI.CO - Donor darah menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan, untuk menunjukkan rasa peduli kepada sesama.

Selain dapat membantu menyelamatkan banyak nyawa, donor darah juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Selain donor darah, kita juga dapat melakukan donor apheresis yang biasanya dibutuhkan oleh pasien pengidap kanker.

Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis

Donor apheresis sendiri memang relatif baru di Indonesia.

Berbeda dengan donor darah biasa, donor darah apheresis hanya membutuhkan beberapa komponen darah tertentu seperti plasma darah, sel darah putih, sel darah merah atau trombosit yang diambil menggunakan alat khusus.

Setelah komponen tersebut sudah didapatkan, maka beberapa bagian lainnya pun dikembalikan ke dalam tubuh si pendonor.

Baca Juga : Polda Sumsel Sita 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Siap Edar di Palembang Lewat Ekspedisi Resmi

Salah satu pria bernama Tomi berusia 37 asal Medan ini, rutin melakukan donor apheresis di Rumah Anak Sehat Smiling Kids Foundation, rumah singgah bagi anak pejuang kanker di Medan.

Orang yang membutuhkan trombosit apheresis sering kali mengalami gangguan pembekuan darah karena pengobatan dengan radiasi kemoterapi, atau menderita penyakit seperti kanker, kelainan darah, hingga penyakit DBD.

Anak-anak penderita kanker, umumnya hanya membutuhkan donor trombosit, dibandingkan donor darah biasa seperti yang dilakukan banyak orang.

Baca Juga : Stok Darah di Kota Medan Menipis, PMI Ajak Masyarakat Lakukan Donor Darah

Hal ini lah yang menggerakkan Tomi untuk rutin mendonorkan darahnya kepada anak-anak pejuang kanker.

"Bisa membantu orang yang membutuhkan, saya berfikir bagaimana jika hal ini berbalik pada kita, jadi disisi lain ini adalah panggilan hati untuk membantu tanpa pamrih," ujar Tomi.

Umumnya, pengambilan darah biasanya berlangsung selama 30 menit, sedangkan untuk donor darah apheresis bisa membutuhkan waktu 1-2 jam.

Baca Juga : Rico Waas Sambangi Sunat Massal Komunitas Sah-Rizki, Motivasi Peserta dengan Kuis Berhadiah

Berbeda dengan donor darah biasanya, para pendonor apheresis dapat kembali mendonorkan darahnya dua minggu kemudian.

Sementara itu, Tata salah seorang pasien dengan kelainan darah beberapa kali harus mengalami kesulitan mendapatkan pendonor apheresis.

"Iya, karena banyak orang yang belum paham donor apheresis, jadi diawal penyakit saya didiagnosa itu sangat sulit mencari pendonor. Apalagi untuk donor apheresis itu orangnya tidak boleh asal, harus dalam keadaan sehat dan fit, karena proses donornya yang lama," ujar Tata kepada.

Baca Juga : Parulian Dalimunthe Nahkodai PMI Pasaman 2026–2031, Usung Misi Sinergi Kemanusiaan ​

Tata berharap semakin banyak orang yang mau mendonorkan darahnya, khususnya untuk pendonor apheresis, karena banyak juga yang membutuhkannya.

Selain orang-orang seperti dirinya yang mengalami kelainan darah, juga ada banyak anak penderita kanker yang membutuhkannya secara rutin.

"Harapannya makin banyak yang mau mendonorkan darah apheresis ini ya. Pasien seperti saya yang membutuhkan ini, merasa sangat bersyukur jika banyak orang yang mau mendonorkan," pungkasnya

(*/nusantaraterkini.co)

Sumber Tribun Medan