Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Merespons Ocehan Dinamika Musda Golkar Sumut dari Luar Struktur, Datok Ilhamsyah: Tunggu Arahan DPP

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretaris Partai Golkar Sumut, Dato' Ilhamsyah yang karib dipanggil Datok. (Foto: Dok.DPD Partai Golkar Sumut)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - DPD Partai Golkar Sumut merespons dinamika isu penjadwalan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumut yang belakangan digaungkan beberapa kader partai beringin yang tidak masuk dalam struktur kepengurusan. 

Sekretaris DPD Golkar Sumut, Dato' Ilhamsyah menegaskan, sampai saat ini belum ada instruksi dari DPP untuk melaksanakan Musda Partai Golkar Sumut. 

"Sampai saat ini belum ada instruksi dari DPP Golkar mengenai jadwal Musda DPD Golkar Sumut," kata Ilhamsyah yang karib disapa Datok merespons berisiknya satu dua kader beringin yang selalu mengoceh di media massa maupun media sosial.

Baca Juga: Golkar Sumut Gelar Buka Puasa Bersama, Ijeck Ajak Jaga Kekompakan karena Perjuangan Harus Dilanjutkan

Datok pun memastikan akan menyampaikan informasi secara terang benderang kepada kader maupun publik perihal jadwal dimaksud bila sudah ada arahan dan petunjuk dari DPP Partai Golkar. 

Diakui Datok, wajar saja menjelang berakhir masa periodesasi kepengurusan atau menjelang Musda, muncul dinamika di satu organisasi kepartaian. Bahkan terkadang dimunculkan isu-isu negatif demi mendegradasi kepemimpinan. 

"Biasa itu dalam berpolitik, ada dinamika dan membuat isu menjelek-jelekkan seseorang, itu akan muncul," ucapnya kepada wartawan, di Kantor DPD Partai Golkar Sumut, Jumat (21/3/2025). 

Menurutnya, Golkar adalah partai yang mengedepankan demokrasi. Artinya, tidak menutup kemungkinan akan muncul bakal calon-calon.

"Golkar adalah partai yang mengedepankan demokrasi, dan hak setiap kader untuk ikut dalam pencalonan," ucapnya.

Namun untuk penjaringan Ketua DPD Golkar, kata Datok bukan hal yang mudah bisa diikuti semua orang, karena ada mekanisme aturan partai.

Para calon-calon pun tidak muncul atau dimunculkan begitu saja, semua pastinya akan melihat sosok dan pengalaman selama berpartai.

"Jadi terlalu prematur bila satu dua kader langsung mengelist nama-nama siapa-siapa saja yang akan maju menjadi bakal calon. Musda itu ada mekanismenya dan diputuskan sesuai aturan atau 'adat istiadat' kepartaian. Bukan berdasarkan selera orang per orang, apalagi mereka kader yang bicara tidak memiliki hak suara. Sehingga mengesankan kader tersebut tak mengerti aturan, hanya sor-soran," jelasnya.

Menurutnya jika ada sekelompok pihak yang menjelek-jelekan Musa Rajekshah kemungkinan besar berasal dari luar struktur kepengurusan tingkat provinsi, kabupaten, bahkan kecamatan. 

"Itu hal yang biasa, tidak masuk dalam kepengurusan pasti akan berkomentar negatif. Pasti akan ada yang menciptkan manajemen konflik dan menjelek-jelekan sosok pemimpin, orang-orang seperti itu akan selalu ada, apalagi ingin menciptakan mainan," katanya. 

Sejauh ini yang dipantau Datok, belum ada sosok kader Partai Golkar di Sumut yang dapat menandingi prestasi kepemimpinan yang sudah ditorehkan Musa Rajekshah untuk Partai Golkar. Bukti kongkritnya adalah Golkar Sumut menjadi juara satu saat Pemilihan Legislatif 2024 khususnya untuk mengisi kursi DPRD Sumut. 

"Itu menunjukkan kader Golkar di Sumut kompak dan solid di bawah kepemimpinan Musa Rajekshah. Dan saat ini beliau (Ijeck) juga lagi semangat-semangatnya membangun dan membesarkan partai, ini pun sudah terbukti," jelasnya.

Baca Juga: Kepemimpinan Ijeck Sukses Besar, SOKSI Dukung Keberlanjutan Ketua Golkar Sumut

Datok pun menyebut, selama kepemimpinan Musa Rajekshah, belum pernah ada teguran secara lisan maupun tertulis yang dilayangkan oleh DPP Partai Golkar.

"Golkar Sumut yang dipimpin oleh Musa Rajekshah sampai sekarang ini tidak pernah mendapatkan teguran apapun dari DPP. Saya sendiri sudah lama di Golkar ini, belum pernah ada teguran apapun dari DPP kepada Musa Rajekshah," pungkasnya. 

(fer/nusantaraterkini.co)