Nusantaraterkini.co, YERUSALEM - Militer Israel pada Kamis (7/5/2026) mengklaim bahwa komandan Pasukan Radwan, unit elite Hizbullah, tewas dalam serangan udara di Beirut sehari sebelumnya.
Komandan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Malek Balout, tewas di pinggiran selatan Beirut, demikian menurut militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga : Pasukan Perdamaian Prancis Tewas di Lebanon, Sekjen PBB: Kejahatan Perang!
Meski begitu, belum ada konfirmasi langsung dari Hizbullah.
Baca Juga : Serangan ke Pasukan UNIFIL di Lebanon, 1 Tentara Prancis Tewas dalam Penyergapan
Diketahui, Balout berperan mengarahkan para militan Pasukan Radwan dalam melancarkan puluhan serangan terhadap tentara Israel di Lebanon selatan, termasuk penembakan rudal anti-tank dan pengeboman dengan alat peledak.
Dia juga memimpin upaya rehabilitasi unit tersebut, papar pernyataan itu.
Baca Juga : Diplomasi Memanas, Menlu Iran Temui Putin Bahas Gencatan Senjata dengan AS dan Israel
Pengumuman tersebut muncul sehari setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa serangan udara di Beirut menargetkan sang komandan dalam upaya untuk membunuhnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai kondisinya.
Baca Juga : Sekjen PBB Guterres Sambut Perpanjangan Gencatan Senjata Lebanon-Israel
Serangan itu merupakan serangan Israel pertama yang dilaporkan terjadi di Beirut sejak gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada 16 April, meski pasukan Israel masih ditempatkan di Lebanon selatan, tempat pertempuran terus berlangsung.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
