Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Miris, Murid SDN di Kampar Belajar Diruangan Bekas Toilet, Potret Kebobrokan Dunia Pendidikan

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sebanyak 18 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Tanjung, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar harus rela belajar di ruang bekas toilet.

nusantaraterkini.co, KAMPAR - Sebanyak 18 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Tanjung, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar harus rela belajar di ruang bekas toilet

Mereka terpaksa belajar di ruangan tersebut karena keterbatasan kelas yang tak dapat menampung mereka.

Informasi diterima, 18 siswa itu belajar di ruang bekas toilet sejak 5 tahun lalu. Namun sebelum jadi ruangan belajar, toilet itu sempat dijadikan gudang sekolah.

Baca Juga : Viral Murid SDN 9 Gampong Kumba Belajar di Lantai, Pj Bupati Pidie Jaya Turun ke Lokasi

"Belajar di toilet itu sudah sejak 5 tahun ini. Sebelumnya itu dijadikan gudang," kata Plt Kepala Sekolah SDN 02 Apriwardi seperti dikutip dari detik, Rabu (12/6/2024).

Melihat kondisi ruang belajar anak terbatas, kaya Apriwardi, kemudian ruangan yang berukuran 4x6 itu dirombak menjadi ruang kelas untuk belajar.

Sekilas, ruang belajar itu terlihat baik pada bagian dalam. Faktanya, atap hingga plafon sudah rapuh dan beberapa kali jatuh.

Baca Juga : Hujan Deras Disertai Angin Kencang Terjang Binjai, Puluhan Pohon Tumbang, Rumah dan Sekolah Rusak

"Kalau di dalam bagus karena kelas bisa divariasi pakai bunga-bunga. Tetapi sebenarnya plafon sama atap itu sudah rapuh semua, kasihan juga anak-anak di situ," katanya.

Pria yang akrab disapa Feri itu mengaku sudah beberapa kali mengajukan untuk perbaikan atau penambahan bangunan baru. Bahkan, sudah pernah dicek langsung oleh Dinas Pendidikan dan Dinas PU Kampar.

Pengajuan proposal perbaikan dilakukan pihak sekolah kepada Dinas Pendidikan sejak 2022 dan 2023 lalu. Namun, hingga saat ini tidak ada titik terang.

Baca Juga : Ratusan Murid SDN di Kota Binjai Terima Makan Bergizi Gratis, Menunya Ayam Rendang dan Capcai

"Tahun 2022 dan 2023 sudah pernah kami buat proposal ke Disdik. Bahkan, itu dicek langsung sama Disdik dan PU, katanya 'ini bisa dibangun pak, tapi ada pohon sawit di dekat bangunan itu harus ditumbang'. Lalu kami sampaikan siap, kita tumbang," tegas Feri.

Hanya saja sejak pejabat dinas datang ke sekolah dan kembali, tak pernah ada lagi kabar berita soal pembangunan ataupun renovasi. Hal itu pun jadi pembahasan wali murid dan komite sekolah saat perpisahan pada 3 Juni lalu.

"Orang tua banyak komplain karena anak belajar di toilet. Tapi kami mau bagaimana, ruang belajar tidak ada lagi, itu saja ruang pustaka kami jadikan ruang guru karena tak ada ruangan lagi," kata Feri.

Baca Juga : Hendak Berangkat Sekolah, Siswi di Kampar Tewas Ditabrak

"Terakhir ini disampaikan Ketua Komite saat perpisahan kemarin. Komite bilang ke camat dan kades, 'Bapak, tolong kalau ada yang kenal dewan dan orang dinas tolong ini disampaikan'. Dan saat itu memang ada camat dan kades," katanya.

(Dra/nusantaraterkini.co)