Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Move on dari Ashraf Sinclair, BCL Kepincut Tiko Aryawardhana Diduga Kerabat Gubernur Jakarta

Editor :  Aby
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Move on dari Ashraf Sinclair, BCL Kepincut Tiko Aryawardhana Diduga Kerabat Gubernur Jakarta

Nusantaraterkini.co - Kabar pernikahan istri mendiang Ashraf Sinclair, Bunga Citra Lestari (BCL) tengah menjadi bahan perbincangan publik. 

Menjelang pernikahan keduanya, baik BCL maupun pihak keluarga masih memilih bungkam mengenai hal tersebut.

Baca Juga : Gaya BCL saat Nyoblos Bikin Kaget, Istri Tiko Aryawardhana Bela-bela Naik Motor Lewat Gang Sempit

Ditengah kabar bahagia ini, publik dibuat penasaran dengan sosok Tiko Wardhana. 

Baca Juga : Tiko Aryawardhana Dikasihani Warganet, BCL Masih Bucinin Mendiang Ashraf Sinclair

Apalagi Tiko Wardhana diketahui memiliki pekerjaan di bidang perbankan dengan penghasilan yang fantastis.

Tak hanya gaji, Tiko adalah putra dari H. Otis Aryana Prawiradinata yang diduga adalah seorang arsitek.

Ada dugaan mengenai anggota keluarga lainnya dari Tiko yang juga bukan orang sembarangan. 

Calon suami BCL itu disebut kerabat dari mantan Gubernur Jakarta, Soemarno Sosroatmodjo.

Selain Tiko Wardhana, latar belakang keluarga BCL juga ikut menjadi sorotan masyarakat.

Setelah ditelusuri dengan lebih lanjut, Bunga Citra Lestari berasal dari keluarga yang ternama dan mapan.

Ayahnya, Muchlis Rusli adalah seorang pekerja di Bank Indonesia.

Selain Ayah BCL, Emmy Sjarif sang bunda juga memiliki pekerjaan yang tidak kalah hebat. 

Emmy adalah seorang dokter gigi dan BCL kerap pindah kota mengikuti tempat praktik ibunya. 

Latar belakang BCL semakin menarik dengan fakta terkait kakeknya. 

Kakeknya dari pihak Ibu adalah Sjarif Usman, salah satu pahlawan Nasional Indonesia.

Sjarif Usman memiliki rekam jejak yang menarik sebagai pejuang kemerdekaan. 

Ia juga menjabat sebagai politikus selama pemerintahan Orde Lama.

Untuk karier politiknya, kakek dari BCL pernah menjabat menjadi anggota DPR-RI periode 1956–1959. 

Saat itu, ia adalah perwakilan dari Partai Masyumi yang mewakili wilayah Jakarta.

Selain karier politik, kakek BCL juga pernah terjun ke dunia militer. 

Terjadi saat pendudukan Jepang di Sumatera Barat, ia pernah mendapatkan latihan kemiliteran dan meraih gelar setara letnan satu.

Kakek BCL juga bergabung dengan Balai Penerangan Pemuda Indonesia (BPPI) di Padang saat awal kemerdekaan. 

Ketika BPPI dibubarkan, ia masih terus berjuang melalui TKR atau Tentara Kemanan Rakyat.

Rekam jejak kakek dari BCL ini juga tertuang melalui beberapa karya yang ditulisnya. 

Selama hidupnya, ia pernah berpartisipasi dalam publikasi majalah Penoentoen Perdjoeangan.

(Sav/nusantaraterkini.co)

Sumber: Suara. com