nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pentingnya peran PUIC (Parliamentary Union of the OIC Member States/Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI) sebagai motor penggerak peradaban Islam yang ramah, terbuka, dan maju.
Tidak hanya forum diplomasi simbolik semata, tapi juga poros peradaban baru yang memperjuangkan liberty (kebebasan), prosperity (kemakmuran), dan justice (keadilan) bagi seluruh umat manusia.
"Beberapa waktu lalu, tepatnya Desember 2024, kami Pimpinan MPR RI, telah bertemu langsung dengan Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama (OKI) Islam di Jeddah, Arab Saudi, menyampaikan konsistensi dan komitmen Indonesia dalam memperkuat pesatuan negara OKI." ujar Ibas, Jumat (16/5/2025).
Baca Juga : Prajurit TNI Gugur di Misi PBB, HNW: Israel Harus Disanksi
"Sehingga, menghadiri momentum Konferensi PUIC ke-19 yang digelar di Gedung Nusantara DPR/MPR Republik Indonesia ini, mengingatkan saya pada pertemuan diplomasi tersebut. Dua momentum yang sama-sama perwujudan dari langkah parlemen Indonesia dalam memperkuat posisi diplomasi di dunia islam dengan semangat ukhuwah islamiyah," sambung Ibas.
Ibas menyampaikan bahwa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memiliki mandat untuk membela hak-hak umat muslim di seluruh dunia.
Indonesia dalam menegakkan kemerdekaan Palestina dan perdamaian dunia, terutama untuk saudara-saudra di Palestina, Sudan, Suriah, Yaman, dan negara-negara OKI lainnya yang masih didera konflik.
Baca Juga : UU PPRT Disahkan, Lestari Moerdijat: Langkah Nyata Emansipasi Perempuan
"Apa yang telah kami sampaikan ketika bertemu langsung dengan Sekretaris Jenderal OKI di Arab Saudi memiliki semangat yang sama dengan Konferensi PUIC ini. Kita tidak ingin lagi melihat pengeboman. Tidak boleh ada lagi pembunuhan dan tidak boleh ada lagi konflik yang menimbulkan air mata penderitaan," tegasnya.
Lebih lanjut, menurut Ibas, perjuangan negara-negara muslim tidak hanya untuk membebaskan Palestina dari penjajahan, tapi juga membebaskan umat muslim dari ketertinggalan.
"Kita ingin melihat dunia Islam yang terus hidup maju, berkah, dan bersatu. Maju dalam berpikir, sehat sejahtera dalam ekonomi, dan berhak dalam keadilan untuk semua," ungkapnya.
Baca Juga : MPR: Pentingnya PPHN jadi Kompas Masa Depan Bangsa
Menurut Ibas, PUIC bisa menjadi salah satu penggerak dan pendorong pertumbuhan peradaban islam yang ramah, terbuka, dan maju.
"Inilah saatnya PUIC bangkit dan semakin maju, tidak lagi hanya menjadi forum diplomasi simbolik semata, tapi juga sebagai poros peradaban baru yang memperjuangkan liberty (kebebasan), prosperity (kemakmuran) and justice (keadilan) bagi seluruh umat manusia," tegasnya.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu juga menyampaikan bahwa, sudah saatnya kita tidak hanya bicara tentang penyelesaian konflik dan pertikaian, tapi juga berbicara tentang peluang, kerjasama, dan kemajuan bersama.
Baca Juga : MPR: Pentingnya Melestarikan Seni, Budaya dan Museum sebagai Jembatan Peradaban Bangsa
"Peluang dalam memperluas kerjasama ekonomi, teknologi, memperkuat sistem pendidikan dan kesehatan yang adil, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, hingga menciptakan masa depan ekonomi umat islam yang berdaya saing." jelas Ibas.
"Negara-negara OKI berdiri tegak, bermartabat, bersatu, dalam persaudaraan, bahu membahu demi kemajuan dan masa depan yang yang Hayatan Thayyibah (hidup yang sempurna)," tambahnya.
Tak hanya tentang konflik di negara-negara islam, Ibas juga juga menggarisbawahi upaya global dalam melawan islamofobia dan membangun pemahaman yang lebih adil terhadap Islam.
"Ketika bertemu dengan Sekretaris Jenderal OKI di Arab Saudi, kami juga menekankan pentingnya upaya global dalam melawan islamofobia. Kita perlu mendorong pemahaman yang benar tentang Islam dan menolak semua bentuk islamofobia. Sudah saatnya narasi global tentang islam berubah," tegasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co).
