Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau HNW mengingatkan bahwa visi Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud, antara lain dengan peningkatan kualitas generasi muda menjadi sumber daya manusia berkualitas emas.
Sebab, sangat tidak mungkin visi besar bangsa itu berhasil diraih, jika tidak dipersiapkan SDM berkelas Emas.
Baca Juga : Hidayat Nur Wahid: Kekerasan di Daycare Pelanggaran Serius UU KIA
Namun, lanjut HNW, untuk menuju ke arah itu (SDM berkelas emas) tidaklah mudah. Banyak sekali tantangan dan kendala yang harus dihadapi.
Baca Juga : Prajurit TNI Gugur di Misi PBB, HNW: Israel Harus Disanksi
Di antaranya akhir-akhir ini ada fenomena yang sedang ramai di masyarakat dan di Komisi VIII DPR RI bahwa ada data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyebutkan, dalam tiga tahun terakhir ini, Indonesia darurat pornografi anak. Sebelumnya Wakil Presiden Indonesia, KH. Ma'ruf Amin, bahkan menyebut Indonesia darurat akhlak.
"Bisa kita bayangkan, jika hal itu tidak segera ada solusinya, apa yang bisa kita harapkan dari para generasi muda calon SDM Emas kita, korban kedaruratan akhlak untuk Indonesia Emas di masa datang. Jangankan jadi SDM Emas, menjadi SDM Perunggu saja barangkali tidak akan sampai juga," ujarnya, Jumat (7/6/2024).
Baca Juga : Menaker Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Magang
Tantangan dan kendala lainnya, lanjut HNW, datang dari majunya teknologi informasi dan digital. Fakta yang ada, penggugah konten pornografi online dan peserta judi online disebut yang terbanyak dari Indonesia.
Baca Juga : Tangkap Geliat Pasar EV, Kemnaker Siapkan SDM Terampil untuk Sektor Green Jobs
Keadaan yang demikian semakin mencemaskan jika dilakukan oleh generasi milenial, Z maupun Alpha, karena merusak mental, daya nalar dan idealisme generasi muda yang diharapkan menjadi generasi emas menyongsong Indonesia Emas.
"Tapi keadaan yang memprihatinkan tersebut jangan sampai membuat bangsa ini hilang semangat dan kehilangan idealisme. Kondisi ini harus dijadikan sebagai tantangan. Ini harus diseriusi, dengan kontribusi konkrit dari semua elemen bangsa, terutama yang berorientasi kepada penyiapan generasi muda melalui bidang pendidikan, terutama pendidikan Islam. Jika tidak, maka bonus demografi yang akan kita raih adalah bonus demografi negatif dan yang akan kita panen di masa depan, bukan SDM Emas tapi SDM yang bikin kita cemas," paparnya.
Baca Juga : Menaker: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal oleh AI
Dalam kesempatan itu, politisi senior PKS ini memberikan apresiasinya dan mendukung STEI SEBI Jakarta dan berbagai elemen bangsa lainnya, yang terus berupaya keras memberikan kontribusi melahirkan SDM Emas, untuk bersama-sama memanen bonus demografi yang positif demi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Baca Juga : PKJS UI Pertanyakan Wacana Generasi Emas 2045 di Tengah Pemerintah Sulit Kendalikan Tembakau
(cw1/nusantaraterkini.co)
