Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

MPR Minta Inkubasi Bisnis Ekonomi Kreatif di UMKM Konsisten Dilakukan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lestari Moerdijat. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) meminta inkubasi bisnis ekonomi kreatif di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus konsisten dilakukan.

Hal ini, kata dia, dilakukan untuk menghidupkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Baca Juga : UU PPRT Disahkan, Lestari Moerdijat: Langkah Nyata Emansipasi Perempuan

"Kekayaan kerajinan, fesyen dan kuliner di Tanah Air merupakan potensi ekonomi rakyat yang bisa dijadikan pendorong untuk menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah," katanya, Senin (27/5/2024).

Baca Juga : MPR: Guru Perempuan Adalah Kunci Utama Pembentukan Karakter Generasi Bangsa

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI mencatat tiga subsektor ekonomi kreatif penyumbang PDB nasional yaitu kriya, fesyen dan kuliner.

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB nasional pada 2022 tercatat Rp1.280 triliun, dengan kontribusi tenaga kerja 17,7% dari jumlah tenaga kerja nasional.

Baca Juga : Fraksi Golkar, MPR Fokus Pendidikan dan Obligasi Daerah Sepanjang 2025-2026

Melihat catatan tersebut, Rerie berpendapat dorongan untuk menjalankan program inkubasi bisnis kriya, fesyen dan kuliner bagi pelaku UMKM harus konsisten dilakukan.

Baca Juga : MPR Dorong Kemudahan Akses Lapangan Kerja bagi Disabilitas

"Karena terdapat banyak peluang terbuka yang memiliki potensi bisnis dalam skala nasional, bahkan internasional," ujarnya.

Rerie menilai besarnya peluang usaha itu harus diimbangi dengan jumlah pelaku wirausaha sektor ekonomi kreatif yang mampu mewujudkan potensi yang ada menjadi bisnis yang mampu membuka lapangan kerja.

Baca Juga : IHSG Dibuka Menguat ke 8.318, Sentimen Global dan Aksi Asing Jadi Penopang

Dia sangat berharap semua pihak, para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat jeli dan serius menyikapi berbagai potensi usaha yang ada di sekitar mereka.

Baca Juga : IHSG Melemah Usai BI Tahan Suku Bunga, Simak Rekomendasi Saham dan Proyeksi Jumat 20 Februari 2026

"Di tengah era globalisasi yang sarat persaingan saat ini menjemput setiap peluang untuk menggerakkan ekonomi rakyat merupakan langkah strategis yang harus dilakukan, agar terjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai daerah," pungkasnya.

(cw1/nusantaraterkini.co)