Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan hari ini. Jumat (18/7/2025) Nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil mempertahankan penguatan ditutup di level Rp 16.297 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
Ini membuat nilai tukar rupiah menguat 0,27% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.341 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia,
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.382 per Dolar AS, Tekanan Global Bikin Pasar Waspada
Hingga pukul 15.00 WIB, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asai setelah melonjak 0,39%. Disusul, dolar Singapura yang naik 0,15%.
Selanjutnya, peso Filipina dan dolar Taiwan yang sama-sama ditutup terkerek 0,13%. Lalu ada ringgit Malaysia yang terangkat 0,05%.
Berikutnya, yuan China yang terapresiasi 0,04% dan dolar Hongkong yang menguat tipis 0,004% di sore ini.
Baca Juga : Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat ke Rp 17.383/USD, BI Genjot Intervensi dan Kendalikan Permintaan Dolar
Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,1%.
Diikuti, rupee India yang koreksi 0,07% dan won Korea Selatan yang melemah tipis 0,04% terhadap the greenback.
Nilai Tukar Rupiah Sukses Menguat Dibuka di Level Rp 16.320 Per Dolar AS
Awal perdagangan hari ini. Jumat (18/7/2025) nilai tukar rupiah sukses menguat dibuka di level Rp 16.320 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah menguat 0,13% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.341 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan seluruh mata uang di Asia.
Hingga pukul 09.00 WIB, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,26%. Disusul, peso Filipina yang melesat 0,21%.
Selanjutnya ada dolar Taiwan yang menanjak 0,15%. Lalu ada ringgit Malaysia dan dolar Singapura yang sama-sama naik 0,1%.
Berikutnya, won Korea Selatan terkerek 0,08% dan yen Jepang yang terapresiasi 0,05%. Kemudian ada yuan China yang terangkat 0,004%.
Diikuti, dolar Hongkong yang terlihat menguat tipis 0,001% terhadap the greenback pada pagi ini.
Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Loyo Sedangkan Dolar AS di Atas Angin
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan kemarin Nilai tukar rupiah kembali melemah, seiring pemangkasan suku bunga baik di dalam negeri maupun di Amerika Serikat (AS).
Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot juga ditutup melemah 0,33% dibandingkan hari perdagangan sebelumnya, ke level Rp 16.341 per dolar AS.
Sedangkan rupiah di Jisdor Bank Indonesia ada di level Rp 16.329 per dolar AS pada Kamis (17/7) melemah 0,25% dari sehari sebelumnya.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mencermati, pelemahan mata uang Garuda terjadi seiring langkah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan.
Di sisi lain, dolar AS melanjutkan penguatan dan imbal hasil obligasi AS naik, merespons bantahan Presiden AS Donald Trump akan pemecatan pimpinan Federal Reserve Jerome Powell.
Untuk perdagangan Jumat (18/7), Lukman mengatakan bahwa tidak ada data penting yang dinantikan pasar.
"Adapun dolar AS sedang di atas angin oleh menurunnya prospek pemangkasan suku bunga The Fed," katanya.
(wiwin/Nusantaraterkini.co)
