Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Operasi SAR Dua Penumpang Minibus di Sungai Lae Kombih Dinyatakan Ditutup

Reporter :  Bagus Kurniawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana penutupan Tim SAR pada hari ke tujuh, Rabu (30/4/2025). (Foto: Dok.Basarnas Medan)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Operasi Tim Sar Gabungan lakukan pencarian dua dari tiga korban minibus Sungai Lae Kombih resmi ditutup pada Rabu (30/4/2025).

Setelah tujuh hari pelaksanaan operasi pencarian terhadap dua penumpang minibus yang jatuh ke Sungai Lae Kombih, Kabupaten Pakpak Bharat, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Medan secara resmi menutup operasi SAR, meskipun kedua korban belum berhasil ditemukan.

Kepala Kantor Basarnas Medan, Hery Marantika, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa penutupan operasi ini dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan operasi SAR, yang menyebutkan bahwa pencarian dilakukan selama maksimal tujuh hari dan dapat diperpanjang bila ada tanda-tanda atau temuan baru. Hingga hari ketujuh, hasil pencarian belum membuahkan hasil.

Baca Juga : Tim SAR Temukan Satu dari Tiga Korban Minibus Jatuh ke Sungai Lae Kombih

“Kami telah berupaya maksimal dengan melibatkan berbagai potensi SAR, menyisir aliran sungai, pencarian dengan scouting darat, dan melakukan pemantauan menggunakan drone thermal. Namun sampai hari terakhir, kedua korban belum ditemukan. Dengan berat hati, kami menyatakan operasi SAR ditutup, dan akan dilanjutkan dengan pemantauan,” ucapnya pada penutupan pencarian hari ke tujuh, Rabu (30/4/2025).

Beliau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini.

“Kami atas nama keluarga besar Basarnas Medan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami memahami betapa besar harapan keluarga, dan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila upaya kami belum mampu memenuhi harapan tersebut,” jelasnya.

Baca Juga : Tim SAR Gabungan Temukan Serpihan Mobil dan Barang-barang Diduga Milik Korban di Hari Ketiga

Dalam kesempatan ini, Kepala Basarnas Medan juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR, termasuk TNI, Polri, BPBD, Satgas SAR Subulussalam, Komunitas Arung Jeram Lae Kombih, relawan, dan masyarakat yang turut membantu tanpa lelah sejak awal kejadian.

“Kerja sama, dedikasi, dan semangat kemanusiaan dari semua pihak adalah bentuk solidaritas luar biasa. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi dan sinergi selama operasi berlangsung,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun meskipun operasi SAR resmi ditutup, Basarnas tetap membuka komunikasi dan koordinasi apabila terdapat informasi atau perkembangan baru di kemudian hari.

(cw2/nusantaraterkini.co)