nusantaraterkini.co, BINJAI - Ops Ketupat Toba 2025 di Binjai yang digelar sejak menjelang Lebaran Idul Fitri tergolong sukses digelar.
Sejak diberlakukan Ops Ketupat Toba 2025, angka kecelakaan di Kota Binjai mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kasat Lantas Polres Binjai, AKP. Syamsul Bahri menjelaskan, Ops Ketupat Toba 2024, angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Binjai mencapai 10 kasus.
Baca Juga : Antisipasi Arus Balik 2026, Satlantas Polres Padangsidimpuan Siagakan Personel di Titik Rawan Macet
"Kalau tahun 2024 itu ada 9 kasus. Bila dibandingkan dengan tahun 2025, angka ini menurun drastis. Untuk kerugian materi ditahun 2024 capai Rp 36 juta, korban meninggal 2 orang," terang Syamsul yang pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Madina.
Diterangkan Syamsul, di tahun 2025, kasus kecelakaan hanya mencapai lima kasus. Kecelakaan terbesar terjadi di Pamah Semelir, Kecamatan Sei Bingai yang menewaskan tiga orang.
"Kejadian yang kemarin merupakan kejadian terbesar di wilayah hukum Polres Binjai. Sebuah mobil masuk jurang, tiga orang tewas dalam peristiwa itu. Kerugian materi di tahun 2025 capai Rp 69 juta," paparnya.
Baca Juga : Binjai Siaga! Berantas Kejahatan Jalanan, Kapolres Binjai Bentuk Tim Khusus Anti Begal
Penurunan angka kecelakaan ini, lanjut Syamsul, tak terlepas dari sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat.
"Jadi ini merupakan bukti kalau kita saling bekerjasama, makanya hasil yang dicapai ini tak terlepas dari segala kerjasama yang dibangun antara kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat," tutup Syamsul.
(Dra/nusantaraterkini.co).
