Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Panglima TNI dan Menko Polkam Angkat Bicara Terkait Penyerangan TNI ke Warga Deli Serdang

Editor :  hendra
Reporter :  DRA
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat dijumpai di Lanud Halim Perdanakusuma, Jaktim, Senin (11/11/2024). Foto: Thomas Bosco/kumparan

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kasus penyerangan yang dilakukan oknum TNI ke warga Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang yang menewaskan satu orang warga menjadi sorotan. 

Atas peristiwa itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menko Polkam Budi Gunawan angkat bicara.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan duduk perkara penyerangan itu. Dia mengatakan kalau aksi itu diawalk oleh segerombolan anak muda yang kebut-kebutan saat mengendarai motor.

Baca Juga : 33 Oknum TNI Terlibat Penyerangan di Deli Serdang yang Tewaskan 1 Orang: Diperiksa Pomdam I/BB

"Jadi memang diawali oleh anak-anak muda kebut-kebutan pakai motor, ditegur sama anggota karena mengganggu-meresahkan masyarakat, mengganggu ketertiban di jalan raya juga," kata Agus, dikutip kumparan, Selasa (12/11/2024).

Agus menegaskan, atas aksi anak muda itu, anggota Kodam I/BB menegur. Namun, mereka tidak terima saat ditegur dan terjadi adu mulut berujung terjadinya perkelahian massal.

"Sebenarnya kita sepakat, ya, geng-geng motor ya semacam itu harus ditertibkan karena meresahkan masyarakat, mengganggu jalan-jalan umum, paling banyaknya juga motornya bodong, saya waktu Pangdam itu kalau hari libur saya tarik, saya potong-potong, kebanyakan bodong. Ya semuanya sepakat itu harus kita tertibkan," ujar Agus.

Baca Juga : Pangdam I/BB: Penyerangan TNI ke Warga Deli Serdang Dipastikan Tak Terulang Lagi

Menurut Agus, pemicu persoalan ini bukan masyarakat tapi segelintir orang (anak-anak muda kebut-kebutan).

"Ya bukan masyarakat, segelintir orang yang kebut-kebutan. Saya rasa mungkin semua orang juga merasa jengah juga ya, bukan hanya TNI," ujar Agus.

Menko Polkam pastikan penanganan transparan

Menko Polkam Budi Gunawan (BG) memastikan penanganan kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh 33 anggota TNI Yonarmed II Kilap Sumagan ke warga Deli Serdang, Sumut, berlangsung transparan. 

Budi juga menyebut kalau publik perlu mengawal kasus tersebut.

"Nah proses hukum saat ini sedang berjalan. Ada beberapa oknum anggota Yonarmed yang diproses, begitu. Dan keterangan dari Pangdam Bukit Satu Barisan telah menjelaskan bahwa prosesnya akan digelar secara transparan sehingga publik bisa mengawal dan mengikuti perkembangan kasusnya," tuturnya.

Lebih lanjut, eks ajudan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ini, menjamin para pelaku yang terbukti bersalah nantinya akan menerima sanksi sesuai dengan ketentuan.

"Dan akan dijamin dan dipastikan bahwa para pelakunya yang terbukti bersalah akan ditindak dan diberi sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kira-kira seperti itu," tegasnya.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita nusantaraterkini.co WhatsApp Channel : 

https://whatsapp.com/channel/0029VaaSRkoISTkE3JQqxN2x