Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pecah Aneurisma Otak Bisa Sebabkan Stroke, RSUP HAM Ingatkan Kontrol Tekanan Darah

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Pecah Aneurisma Otak Bisa Sebabkan Stroke, RSUP HAM Ingatkan Kontrol Tekanan Darah

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Stroke menjadi salah satu penyakit yang ditakuti, karena menyebabkan angka kecacatan dan kematian tertinggi di Indonesia. Menurut data BPJS Kesehatan tahun 2022, biaya penanganan stroke bahkan mencapai hingga sekitar Rp3,2 triliun.

Baca Juga : RS Adam Malik Canangkan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM

Angka ini termasuk salah satu yang tertinggi dalam beban pembiayaan kesehatan nasional. Salah satu penyebab stroke paling mematikan adalah pecah aneurisma otak akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

Baca Juga : Pesan Natal RS Adam Malik: Melayani dengan Hati di Era Digital

Kepala KSM Bedah Saraf Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Prof Dr dr Ridha Dharmajaya SpBS (K) menyebutkan, hampir 100 persen penderita aneurisma otak yang pernah ditanganinya memilki riwayat tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.

“Saat ini kita punya data, semua pasien aneurisma otak di RSUP HAM ini memilki riwayat hipertensi. Makanya, supaya stroke tidak terjadi, kami mengimbau untuk kontrol tekanan darah dan minum obat secara teratur bagi penderita hipertensi,” ucapnya, Senin (12/2/2204).

Baca Juga : Perkuat Sinergi Wisata Medis, MHTC Gelar Malaysia Healthcare Expo 2026 di Medan

Aneurisma otak sendiri merupakan kasus pelebaran atau penonjolan pada pembuluh darah otak yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Selain faktor masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, hingga gaya hidup tidak sehat termasuk kebiasaan merokok, kasus pecah aneurisma otak yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama juga dapat mengakibatkan terjadinya stroke.

Baca Juga : Pelayanan Buruk, Rommy Van Boy Desak Wali Kota Medan Berikan Sanksi RS yang Tak Pro UHC

Sementara itu Dokter spesialis bedah saraf RSUP HAM yang juga ahli aneurisma otak di Sumatera Utara, dr M Ihsan Z Tala SpBS (K) menjelaskan bahwa aneurisma itu seperti pipa air yang melenting.

“Jadi, akibat dindingnya (pembuluh darah) yang lemah dan bertahun-tahun diberikan tekanan yang tinggi, maka terbentuklah aneurisma. Bila ini pecah, maka akan menimbulkan gejala nyeri kepala hebat seperti disambar petir hingga tidak sadarkan diri,” ungkapnya.

Baca Juga : RSUP HAM Dorong Setiap RS Daerah Mampu Layani Kasus Aneurisma Otak

Salah satu pasien yang menjalani perawatan di RSUP HAM menceritakan pengalamannya saat mengalami pecah aneurisma otak.

“Awalnya sakit sekali kepala saya, kayak mau pecah, keringat dingin, muntah hingga pingsan. Setelah itu saya dibawa ke rumah sakit dekat rumah dan dirujuk ke RSUP HAM. Saya sudah tidak sadarkan diri, suami bilang saya sudah menjalani operasi berat, jepit pembuluh darah dan pasang selang ke otak,” cerita pasien perempuan tersebut.

Tim dokter melakukan operasi clipping dengan pembedahan pada kepala untuk menangani kasus pecah aneurisma otak pada pasien tersebut.

“Hingga akhirnya saya sadar, dan saat ini sudah kembali ke rumah tanpa ada cacat. Saya sangat senang dan bersyukur bisa kembali ke keluarga dan berkomitmen ke diri sendiri untuk menjaga tekanan darah, pola makan dan cukup istirahat,” sambungnya.

(zie/nusantaraterkini.co)