Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pedagang Keluhkan Penyempitan Jalan Dampak Proyek Underpass Gatot Subroto Medan, Pengendara Maklum

Reporter :  Aldi Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi arus lalu lintas di lokasi pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto, simpang Mall Manhattan, Kota Medan. (Foto-foto: Aldi Nasution/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kondisi jalanan yang menyempit dampak proyek Underpass Gatot Subroto persis di persimpangan Mall Manhattan Jalan Gatot Subroto-Jalan Ring Road-Jalan Asrama, Kota Medan, dikeluhkan warga setempat khususnya yang berdagang. 

Proyek pembangunan Underpass ini kerap menjadi pemicu kemacetan di sekitar lokasi.

 

Bahtiar, pemilik warung yang berdagang di samping pembangunan Underpass, menyebut arus lalu lintas kerap macet akibat proyek infrastruktur ini. 

Ia menilai, progres pembangunan Underpass itu juga lambat. 

“Jelas bikin macet, yang kasihan cewek (perempuan) yang naik sepeda motor, kalau hujan, jalan yang berlobang ini tergenang membuat para pemotor jatuh, khususnya cewek," ucapnya kepada Nusantaraterkini.co, Sabtu (22/6/2024). 

Senada juga disampaikan Nani, warga yang berjualan minuman di sekitar pembangunan Underpass. Ia mengaku omsetnya menurun, para supir bus tidak diperbolehkan lagi berhenti di depan loketnya akibat pengecilan jalan di area pembangunan Underpass.

"Sepi jarang ada yang beli, saya mengharapkan sewa dari Aceh, karena sewa yang ke Aceh biasanya berhenti di sini. Tapi ini karena adanya penyempitan jalan, bus nggak bisa berhenti, biasanya kalau berhenti, sedikit banyak mereka pasti ada membeli," ungkap Nani kepada Nusantaraterkini.co.

Baca Juga: Keluh Kesah Masyarakat Imbas Proyek Underpass Gatot Subroto Medan: Jalan Mengecil dan Harus Mutar Jauh..

Sementara, pengendara motor, Fernandus lebih memaklumi bila proyek Underpass tersebut membuat arus lalu lintas menjadi macet. Menurutnya, yang harus dipahami adalah dampak positif bila proyek tersebut selesai, maka kemacetan yang kerap terjadi tidak akan terjadi lagi. 

"Sebenarnya saya dukung program Underpass ini, cuma agak sedikit lebih lambat aja kalau perjalanan, biasa kan empat arah, sekarang jadi dua arah," pungkasnya.

Diketahui, anggaran proyek Underpass Gatot Subroto Medan ini berasal dari APBN yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

Pembangunan underpass ini ditargetkan selesai pada 19 September 2024 dengan menelan biaya sebesar Rp 217,8 miliar.

Pembangunan underpass ini dapat mengurai simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas dari empat arah, yakni Jalan Gatot Subroto-Jalan Binjai Raya yang merupakan bagian dari segmen jalan nasional di perkotaan Kota Medan dengan Jalan Ring Road-Jalan Asrama.

Selain itu, proyek tersebut dapat berfungsi sebagai konektivitas antar wilayah agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin lancar, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

(cw4/nusantaraterkini.co)