Nusantaraterkini.co, SACRAMENTO - Petinggi hukum di Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), bergerak untuk menghentikan pengerahan pasukan militer oleh Presiden Donald Trump di wilayah mereka, dengan mengajukan mosi darurat ke pengadilan pada Selasa (10/6/2025) yang melarang kewenangan pemerintah federal untuk menggunakan pasukan dalam penegakan hukum lokal.
Dalam dokumen setebal 28 halaman, Jaksa Agung California Rob Bonta dan Gubernur California Gavin Newsom meminta agar pengadilan federal segera mengambil tindakan guna memblokir Trump, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, serta Departemen Pertahanan AS agar tidak menggunakan personel militer dan unit Garda Nasional California, yang telah diambil alih pemerintah federal, untuk berpatroli di tengah masyarakat dan melakukan aktivitas penegakan hukum.
BACA JUGA: Trump Kirim Pasukan Garda Nasional Tangani Protes Imigrasi di Los Angeles
Kedua pejabat itu berpendapat bahwa pengerahan militer tersebut melanggar hukum federal, ancaman terhadap kedaulatan negara, serta memperuncing, bukannya meredakan ketegangan sipil.
"Presiden (Trump) sedang mencari alasan untuk menempatkan pasukan militer di jalan-jalan Amerika guna mengintimidasi dan membungkam mereka yang tidak setuju di sana," kata Bonta dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Kejaksaan Agung California.
"Ini bukan hanya tidak bermoral, tapi juga ilegal dan berbahaya," sambungnya.
Mosi darurat tersebut menyusul gugatan hukum yang diajukan pada Senin (9/6/2025) oleh pejabat-pejabat yang sama yang menentang perintah Trump tentang federalisasi Garda Nasional California selama 60 hari di bawah undang-undang federal 10 USC § 12406.
Pada Minggu (8/6/2025) pagi waktu setempat, Departemen Pertahanan AS mengalihkan ratusan personel Garda Nasional dari San Diego ke Los Angeles (LA) tanpa izin gubernur California dan bertentangan dengan keinginan penegak hukum setempat, papar kantor Kejaksaan Agung AS.
Hingga Selasa, pemerintah federal telah memerintahkan pengerahan 4.000 personel Garda Nasional ke seantero California, ditambah 700 orang Marinir ke Los Angeles, kota terbesar kedua di AS.
“Pemerintah federal kini menjadikan militer sebagai alat untuk melawan warga negara Amerika,” ujar Newsom, sebagaimana dikutip dari pernyataan Bonta. "Menggerakkan tentara untuk melakukan pengintaian ke jalanan adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengancam inti demokrasi kita."
Kedua pejabat California berpendapat bahwa penegak hukum setempatlah, bukan pasukan militer, yang seharusnya melakukan izin sipil di dalam batas-batas wilayah negara bagian. Mereka mengeklaim bahwa pengerahan itu membuat California kehilangan sumber daya Garda Nasional-nya sendiri dan mendorong operasi negara bagian ke "ambang bahaya."
“Penegak hukum setempatlah, bukan militer, yang menegakkan hukum di dalam batas-batas wilayah kami. Presiden (Trump) terus memperuncing ketegangan dan memusuhi masyarakat," tandasnya.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
