Nusantaraterkini.co, MEDAN-Pekan kedua Ramadan 2026, aktivitas masyarakat di Medan mulai menunjukkan peningkatan, khususnya dalam hal belanja kebutuhan parcel Lebaran. Sejumlah pusat perbelanjaan mulai dikunjungi oleh masyarakat, Senin (2/3/2026).
Di kawasan pusat perbelanjaan seperti Brastagi Supermarket, gerai yang menjual kue kering, sirup, makanan ringan, serta kemasan keranjang dan kotak parcel mulai dipadati pembeli. Warga terlihat memilih berbagai produk untuk dirangkai menjadi parcel yang akan dibagikan kepada keluarga, kerabat, hingga rekan kerja saat Idulfitri.
Baca Juga : BPJS Kesehatan Pastikan Kesiapan Perlindungan JKN Bagi Jemaah Haji Sumut
Salah seorang warga Medan, Fakhradila mengaku sengaja berbelanja lebih awal. Alasannya, untuk menghindari lonjakan harga menjelang akhir Ramadan.
Baca Juga : KAI Sumut Sediakan 36 Ribu Tempat Duduk untuk Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih
“Biasanya makin dekat Lebaran, harga bisa naik dan stok barang tertentu mulai terbatas. Jadi sekarang sudah mulai cicil beli,” ujarnya kepada Nusantaraterkini.co, Senin (2/3/2026).
Selain untuk menghindari kenaikan harga, berbelanja lebih awal dilakukan juga untuk menghindari kehabisan stok barang di pasar. Ia juga menyiapkan parcel untuk dijual kembali kepada konsumen.
"Saya jualannya tiap Ramadan saja, jadi belum terbaca ketersediaan barang di pasar. Jadi belanja sekarang biar nggak habis juga untuk barangnya," katanya
Lebih jauh ia berharap, pemerintah selalu memberikan pengawasan dan kontrol terhadap harga-harga, khususnya bahan parcel agar tidak naik.
Hal serupa juga terlihat di Indogrosir Medan. Masyarakat tampak meramaikan tiap sudut lorong-lorong jualan yang menyediakan bahan untuk berjualan parcel. Seorang warga Delitua, Hasyim mengatakan, ia mengunjungi pusat perbelanjaan tersebut bukan untuk mencari bahan parcel, tetapi membeli stok kebutuhan kudapan saat Lebaran nanti.
"Parcel belum ada rencana (membeli) saat ini, saya cuma mencari bahan buat kue untuk lebaran, sekaligus, ya snack-snack untuk lebaran nantilah," ucapnya.
Peningkatan minat belanja parcel ini turut berdampak pada pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Medan. Produk kue kering rumahan, sirup lokal, dan aneka camilan khas Sumatera Utara menjadi pilihan favorit karena dinilai lebih variatif dan memiliki cita rasa khas daerah.
Dengan tren yang terus meningkat di pekan kedua Ramadan, perputaran ekonomi sektor ritel dan UMKM di Medan diperkirakan akan semakin menggeliat hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
(Cw2/Nusantaraterkini.co)
